Melihat Proses Pengolahan Gula Aren Secara Tradisional

Categories: Referensi Arenga Palm Sugar|Komentar Dinonaktifkan pada Melihat Proses Pengolahan Gula Aren Secara Tradisional|
Selasa, 14 Oktober 2008

Dibutuhkan Tenaga, Kesabaran & Ketelitian

Laporan: Endar Rambe

TAPSEL-METRO

Gula Aren buatan Kabupaten Tapanuli Selatan cukup terkenal diberbagai daerah khususnya Sumatera Utara. Banyak warga dan masyarakat mengeluti usaha tersebut untuk menambah dan menutupi kebutuhan sehari-hari. Sekalipun proses pengolahannya, hingga Air Nira menjadi Gula Aren mebutuhkan waktu, tenaga, kesebaran dan ketelitian.

Proses produksi Gula Aren itu, berawal dari Pohon Nira yang memiliki tandan yang masih muda. Tandan tersebut dibersihkan lebih dulu, sehingga ijuk yang membalut tandan tersebut dalam keadaan bersih. Baru petani Gula Aren menyediakan kayu sebesar kepal tangan orang dewasa yang disebut dengan gual-gual (Pemukul tandan Nira). Fungsi gual-gual itu untuk memukul bagian batang tandan nira yang akan dijadikan sebagai sumber keluarnya Air Nira. Setelah itu petani Nira harus menyediakan tali sepanjang ukuran tingginya pohon Nira tersebut, gunanya untuk mengayun-ayunkan tandan.

Sebab, menurut pemahaman masyarakat, mengayun-ayun tanda Nira itu termasuk tradisi setempat agar waktu pemotongan tandan airnya menjadi banyak. Baik pemukulan maupun mengayun-ayunkan tandan membutuhkan waktu selama 6 bulan. Jika terlihat sudah kondisi matang, barulah tandan tersebut dipotong sehingga airnya keluar dan ditampung dengan Garigit atau Garung (Tempet menampung Air Nira yang keluar dari tandannya red).

Garigit atau Garung yang dijadikan sebagai penampung Air Nira harus dalam keadaan bersih dan kering agar Air Niranya tidak rusak. Sebab, jika rusak Air Nira tidak bisa dimanfaatkan lagi untuk dijadikan sebagai Gula Aren. Di dalam Garigit maupun Garung itu dimasukkan Raru (campuran atau pengawet Air Nira agar tetap jernih red).

Pengambilan Air Nira itu, dilakukan dua kali dalam sehari semalam.

Setelah Air Nira dikumpulkan, selanjutnya proses pemanasan, tak obahnya seperti merebus air, hingga Air Nira itu sampai setengah matang. Masyarakat setempat biasa menyebutnya dengan sebutan Tangguli (Air Nira yang direbus setengah matang dan sudah bisa disimpan selama 6 bulan). Proses merebus Air Nira membutuhkan waktu yang lama. Dalam ukuran 10 kilogram Air Nira membutuhkan waktu sekitar 4 jam atau 5 jam baru bisa menjadi Tangguli. Setelah terkumpul menjadi Tangguli, kemudian direbus kembali dan disediakan jenis tuangan atau cetakan. Gula Aren yang sudah dalam kondisi matang dimasukkan dalam tuangan atau cetakan, lalu proses pengolahan dapat dikategorikan selesai dan hasil produksi sudah bisa dijual ke Pasar.

Taman Harahap (34), petani pohon Nira, sekaligus pemilik usaha Gula Aren, memperoleh penghasilan seberat 20 kilogram dalam sepekan. Dirinya memperoleh hasil rata-rata sekitar Rp180 ribu dalam sepekan.

Taman menungkapkan, biasanya ia tidak langsung menjual Gula Aren tersebut, dirinya harus menunggu sampai harganya tinggi. Sebab, jika menjual dengan harga murah tentu akan merugi sebab proses pengolahan banyak membutuhkan tenaga dan waktu.

“Seharusnya pihak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapsel memberikan bantuan dana, agar para pentani dan pengusaha gula Aren dapat terbantu. Sebab potensi alam yang mendukung bisa dijadikan aset untuk meningkat tarap ekonomi masyarakat,” ujar Taman Harahap mengakhiri.

Salam,
— Evi Indrawanto
DIVA’S Palm Sugar
Organic Sugar for All Purpose Sweeteners

Share artikel ini

Artikel Terbaru

  • Banyak alasan mengapa kita harus bangga pada produk lokal indonesia

    Mengapa Harus Bangga Pada Produk Lokal Indonesia? Warisan Kita

  • Temu giring untuk kecantikan. Sebagai obat awet muda, memuluskan kulit, sampai jadi obat pelangsing

    Temu Giring Untuk Kecantikan: Bikin Kulit Glowing dan Tubuh Langsing

  • Mengenal kopi yellow caturra

    Perkenalan Dengan Kopi Yellow Caturra, Enak dan Langka

  • Cara-terbaik-menikmati-alpukat-gula-merah

    Alpukat Kocok Gula Aren, Lebih Nikmat Bonus Manfaat

  • Foto kenangan perjalanan promosi arenga yang salah satunya bersama ibu Yasmin Gita Wirjawan

    Foto Kenangan Perjalanan Promosi, Sekelumit Momen ke Masa Lalu

Arenga Customer Care

Untuk pertanyaan, kritik, dan saran seputar produk Arenga, silakan hubungi kami di nomor WhatsApp berikut ini:

0819 3241 8190

Chat

Artikel Terpopuler

  • 10 Hal Terbaik Tentang Palm Sugar

    10 Fakta Tentang Palm Sugar

  • Resep Es Kopi Susu Gula Aren ala Arenga

  • agar-agar santan gula aren

    Agar-Agar Santan Gula Aren

  • Cerita elok dari kampung

    Cerita Elok Dari Kampung Aren

  • Resep iga bakar gula aren Arenga

    Resep Iga Bakar Gula Aren Arenga

  • Cara menikmati sayuran hijau mentah

    Cara Menikmati Sayuran Hijau Mentah, Resep Pina Colada Smoothie

  • Beda gula aren dan gula semut

    Beda Gula Aren dan Gula Semut

  • gula-aren-cair-1-liter-arenga

    Gula Aren Cair 1 Liter Arenga Untuk Kedai Kopi

Artikel Terkait