Memanen Bioethanol dari Pohon Aren

Jakarta | Selasa, 11 Des 2007
by : Agus Dwi Darmawan
http://jurnalnasional.com

INDONESIA memang negeri yang kaya sumber bahan alam. Buktinya dalam seminar sehari yang diselenggarakan oleh Kementrian Negara Riset dan Teknologi, salah satu peneliti mengatakan bahwa Aren bisa menjadi sumber bioethanol. Jumlahnya pun tidak tanggung-tanggung dengan persentase sebesar 7,5 persen dari produksi 15 liter per hari, maka untuk jangka waktu satu bulan saja bisa dihasilkan hingga 500 liter bioethanol. Padahal jumlah ini termasuk yang minimal dan terhitung untuk satu pohon Aren.

Salah satu pengisi makalah seminar, John B Bukit dari PT Kreatif Energy Indonesia mengatakan sudah sejak dahulu Aren secara tradisional ditumbuhkan oleh masyarakat dan menjadi gula kepercayaan. Diolah tanpa pengawet dan pemutih menjadikan gula aren ini sangat berkhasiat dan bisa memperpanjang umur. Namun beberapa di antaranya juga ada yang membuatnya sebagai minuman memabukkan.

”Kalau dibandingkan dari keunggulannya, gula aren lebih larut dalam air dan juga rasanya khas aromatik dibanding tebu,” ujar John. Sayang meski unggul, karena budidayanya dianggap sebagai produk hutan yang tak perlu ditanam, populasi tanaman ini menjadi turun. Bahkan karena pengolahan yang tidak murni, harga di pasaran menurun drastis.

Di Sibolangit Sumatera Utara contohnya, banyak petani aren mencari jalan pintas dengan mencampur 60 persen gula putih dan aren. Dari segi waktu katanya bisa lebih dihemat dan harga laku jual masih tergolong tinggi. Untuk campuran ini misalnya, harga bisa mencapai Rp 8.000 sampai Rp 9.000 per kilogram. Harga gula asli aren mencapai Rp 10.000.

”Kasus seperti ini juga terjadi di Kudus, Tuban, Lamongan dan Tuban. Bahkan di Lampung sudah tidak bisa dipercaya lagi karena harga produk bisa mencapai Rp 5.000,” katanya. Saat ini budidaya kembali bergairah dan diharapkan bisa memerbaiki keadaan masyarakat setelah beberapa perusahaan meningkatkan produksi bioethanol pada 2007 ini.

Peneliti Aren Puslitbangbun Deptan Bogor David Aroerang mengatakan, upaya memanfaatkan aren sebagai bioethanol bisa menjadikan aren sebagai nilai tambah. Ketersediaan bahan bakar yang mengeruk uang negara dengan sistem subsidi dan menipisnya persediaan membuat energi terbarukan seperti aren turut dipertimbangkan. ”Ini adalah diversifikasi yang menguntungkan,” katanya.

Selain aren, di Indonesia sudah banyak sumber bahan pangan yang memiliki manfaat yang sama. Lebih menguntungkan menggunakan sumber bahan nabati ini karena kompetisi sebagai bahan pangan lebih kurang. Dibandingkan tanaman singkong, jagung, tebu atau kelapa sawit sendiri. Di lain pihak juga menyumbang pada kendaraan berbahan bakar fosil karena bisa menurunkan emisi.

Di Sulawesi, kata Davis, tanaman ini sudah menjadi mata pencaharian masyarakat yang khas, karena dikenal sebagai lokasi aren terbesar di Indonesia. Terdapat sekitar dua juta pohon milik masyarakat. Variasinya dalam bentuk produk tidak hanya gula tetapi juga menjadi minuman saguer (sejenis tuak) dan captikus (alkohol berkadar tinggi).
Tahun ini untuk melihat potensi bioethanol yang tinggi, Bupati Minahasa Selatan membangun proyek percontohan Saguer menjadi bioethanol yang berlokasi di Kotamenara, Kecamatan Amurang Timur, Kabupaten Minahasa Selatan, Provinsi Sulawesi Utara.

Menurut David, sejak uji produksi yang dimulai pada Maret lalu diperoleh fakta bahwa baik saguer maupun captikus dapat menghasilkan bioethanol 90-95 persen setelah proses destilasi pertama. Selanjutnya pada proses destilasi kedua dengan penggunaan zeolit mampu menghasilkan biethanol 99,6 persen (fuel grade).

Kapasitas produksi satu alat destilasi skala rumahan (perkelompok terdiri dari dua petani/penyadap aren) saat ini mencapai lima liter per jam. Dalam masa operasi 10 jam per hari bisa dihasilkan 90 persen bioethanol. Sementara dari 10 alat destilasi dihasilkan sekitar 13 ton per bulan untuk 26 hari kerja.

Salam aren,

— Evi
DIVA’S GREEN SHOP
Diva’s Arenga Palm Sugar
Natural Sugar for All Purpose Sweeteners

Share artikel ini

Leave A Comment

Artikel Terbaru

  • Temu giring untuk kecantikan. Sebagai obat awet muda, memuluskan kulit, sampai jadi obat pelangsing

    Temu Giring Untuk Kecantikan: Bikin Kulit Glowing dan Tubuh Langsing

  • Mengenal kopi yellow caturra

    Perkenalan Dengan Kopi Yellow Caturra, Enak dan Langka

  • Cara-terbaik-menikmati-alpukat-gula-merah

    Alpukat Kocok Gula Aren, Lebih Nikmat Bonus Manfaat

  • Foto kenangan perjalanan promosi arenga yang salah satunya bersama ibu Yasmin Gita Wirjawan

    Foto Kenangan Perjalanan Promosi, Sekelumit Momen ke Masa Lalu

  • Apa-itu-makanan-organik

    Apa itu Makanan Organik, Manfaat, Label dan Klaim

Arenga Customer Care

Untuk pertanyaan, kritik, dan saran seputar produk Arenga, silakan hubungi kami di nomor WhatsApp berikut ini:

0819 3241 8190

Chat

Artikel Terpopuler

  • 10 Hal Terbaik Tentang Palm Sugar

    10 Fakta Tentang Palm Sugar

  • Resep Es Kopi Susu Gula Aren ala Arenga

  • agar-agar santan gula aren

    Agar-Agar Santan Gula Aren

  • Cerita elok dari kampung

    Cerita Elok Dari Kampung Aren

  • Cara menikmati sayuran hijau mentah

    Cara Menikmati Sayuran Hijau Mentah, Resep Pina Colada Smoothie

  • Resep iga bakar gula aren Arenga

    Resep Iga Bakar Gula Aren Arenga

  • 5 resep masakan enak slow cooker bubur manado

    5 Resep Masakan Enak Slow Cooker

  • Cara membuat teh mawar

    Cara Membuat Teh Mawar

Artikel Terkait