Kolak Biji Salak, Takjil Favorit Ramadan

Categories: Resep Masakan Arenga|Komentar Dinonaktifkan pada Kolak Biji Salak, Takjil Favorit Ramadan|
Kolak biji salak, takjil favorit seluruh keluarga

ARENGAINDONESIA.COM – Kolak Biji Salak, Takjil Favorit Ramadan

Saat bulan Ramadan tiba, ada satu hidangan manis yang selalu dinanti-nantikan: kolak biji salak. Boleh dibilang hidangan ini jadi primadona di antara berbagai jenis takjil lainnya. Teksturnya yang kenyal, rasanya yang manis legit, dan kuahnya yang gurih, membuat kolak biji salak selalu berhasil memanjakan lidah setelah seharian berpuasa.

Asal-usul Nama Kolak Biji Salak

Kolak biji salak terbuat dari ubi jalar yang dihaluskan dan dibentuk bulat-bulat kecil menyerupai biji salak. Dan dari sana lah namanya berasal.

Adonan ubi ini kemudian direbus dalam kuah palm sugar dari aren yang kental, memberikan rasa manis yang khas. Tambahan santan membuat kuah kolak semakin gurih dan lezat.

Keunikan kolak biji salak tidak hanya terletak pada rasanya, tetapi juga pada teksturnya. Biji salak yang kenyal berpadu sempurna dengan kuah kolak yang lembut. Kombinasi ini menciptakan sensasi yang unik dan memanjakan lidah.

Tertarik untuk mencoba? Berikut resepnya.

Resep Kolak Biji Salak Untuk Takjil

Bahan-bahan:

  • 1 kg ubi jalar
  • 200 gram tepung tapioka
  • 250 gram Arenga gula aren
  • 4 gelas air
  • 4 lembar daun pandan
  • 1 butir kelapa sedang, peras buat santan kental
  • 1/2 sendok teh vanili
  • 1/2 sendok teh garam

Cara Membuat:

  1. Kukus ubi jalar sampai lunak, kupas kulitnya.
  2. Haluskan ubi, campur dengan tepung tapioka, uleni sampai rata. Buat bentuk bulat atau lonjing sebesar ibu jari.
  3. Rebus dalam air mendidih sampai matang (terapung). Angkat.
  4. Didihkan air, masukan Arenga palm sugar, masukan vanili dan daun pandan. Masukan biji salak yang sudah masak.
  5. Sajikan dengan menyiram santan kental.

Lebih dari Sekadar Takjil

Kolak biji salak bukan hanya sekadar hidangan takjil. Hidangan ini juga memiliki nilai budaya dan tradisi yang kuat. Kolak biji salak menjadi bagian dari kekayaan kuliner Indonesia yang patut dilestarikan.

Setiap kali Ramadan tiba, kolak biji salak selalu hadir untuk menemani momen-momen indah bersama keluarga dan orang-orang terkasih. Hidangan ini seolah menjadi pengingat akan kehangatan dan kebersamaan yang selalu dirindukan.

Semoga artikel ini dapat memberikan informasi yang bermanfaat tentang kolak biji salak. Selamat menikmati hidangan manis dan legit ini saat berbuka puasa!

Baca juga:

Share artikel ini

Artikel Terbaru

  • Sebuah foto makanan estetik yang menangkap mangkuk besar hidangan resep Bumbu Rujak campur Banyumas yang berisi daging sapi, tahu goreng, dan tempe goreng dalam kuah santan kental yang kaya warna, dihiasi serai, daun salam, dan cabai merah iris. Hidangan ini dikelilingi oleh bahan-bahan baku mentah: bawang merah, bawang putih, cabai rawit merah, kunyit, daun salam, serai, garam, mangkuk kelapa parut, dan gelas santan cair. Di sisi kiri berdiri kemasan Arenga Organic Palm Sugar 225g dengan semangkuk kecil gula bubuk dan sendok kayu. Meja kayu pedesaan dengan latar belakang krem hangat dan bayangan daun palem.

    Resep Bumbu Rujak Campur: Menggali Kenikmatan Klasik Banyumas di Dapur Nusantara

  • Infografis komparatif dua sisi yang membandingkan Gula Aren dan Gula Merah pada latar belakang kayu, dengan logo Arenga di bagian atas. Sisi kiri, berlabel 'GULA AREN (Pohon Enau / Arenga pinnata)', menampilkan mangkuk berisi kubus gula aren gelap padat yang pecah, menunjukkan tekstur renyah. Di sebelahnya ada bubuk gula aren, boba pearl, dan kopi susu, dengan siluet pohon enau dan alat sadap. Teks: 'Aroma Legit Smokey, Tekstur Empuk & Rapuh, Ideal untuk Kopi & Boba'. Sisi kanan, berlabel 'GULA MERAH (Pohon Kelapa / Cocos nucifera)', menampilkan mangkuk berisi disk gula merah silindris padat berwarna cokelat kemerahan. Di sebelahnya ada buah jambu biji dan bumbu rujak, dengan siluet pohon kelapa. Teks: 'Manis Ringan, Tekstur Padat & Keras, Cocok untuk Rujak & Masakan Gurih'. Di bagian bawah terdapat tabel perbandingan dengan ikon: Sumber (Enau vs Kelapa), Warna (Gelap Pekat vs Terang Kemerahan), dan Tekstur (Empuk vs Padat).

    Perbedaan Gula Aren dan Gula Merah: Si Manis Mana yang Paling Setia Menemani Harimu?

  • Kemasan plastik rapi dan kardus berisi produk gula semut aren Arenga di atas meja laboratorium pabrik makanan modern yang higienis, bersiap untuk proses uji kualitas gula aren menggunakan peralatan lab seperti mikroskop dan timbangan presisi.

    Uji Kualitas Gula Aren: Rahasia Aroma Surgawi di Balik Kelezatan Biskuit dan Minuman Moderen

  • Resep Kreasi Unik dengan Gula Aren: Sihir Legit yang Bikin Pelanggan Café Antre Panjang

    Resep Kreasi Unik dengan Gula Aren: Sihir Legit yang Bikin Pelanggan Café Antre Panjang

  • Visual estetik perbandingan gula aren dan gula pasir di dalam dua mangkuk keramik di atas meja kayu. Mangkuk kiri berisi gula aren bubuk organik berwarna cokelat terang dengan sendok kayu, sedangkan mangkuk kanan berisi gula rafinasi putih dengan sendok logam, dilengkapi logo Arenga bersinar.

    Perbandingan Gula Aren dan Gula Pasir: Mana yang Lebih Manis untuk Tubuhmu?

Arenga Customer Care

Untuk pertanyaan, kritik, dan saran seputar produk Arenga, silakan hubungi kami di nomor WhatsApp berikut ini:

0819 3241 8190

Artikel Terpopuler

  • Daun-padan-dalam-Arenga-Liquid-Palm-Sugar

    Rahasia Aroma Pemikat Pelanggan: Mengapa Gula Aren Cair Pandan Adalah Aset Bisnis Sobat Arenga

  • Resep-teh-bunga-bungaan

    Resep Teh Bunga-Bungaan: Manfaat Ilmiah dari Lemon Verbena hingga Rosemary

  • Arenga Indonesia di Kalimantan Selatan, Laris Manis di Kalsel Expo Hingga Masuk Radio

  • Sejarah pohon aren nusantara

    Jejak Emas Pohon Aren: Dari Prasasti Kuno Hingga Pajak Kerajaan yang Terlupakan

  • Arenga Gula Aren Cair Pandan Untuk Susu Almond

    ARENGA Gula Aren Cair Pandan dan Susu Almond

  • Resep Tumis Udang Arenga Gula Aren Cair organik

    Tumis Udang Arenga Gula Aren Cair

  • Gula Aren Arenga Sebagai Bumbu Masak

    Gula Aren Arenga Sebagai Bumbu Masak

  • Mie Tiau Apollo dan Mie Tiaw Polo, Bersaing atau Saling Mendukung?