Beda Gula Aren dan Gula Semut

Penjelesan mengapa gula aren berwarna coklat

ARENGAINDONESIA.com – Pertanyaan perbedaan gula aren dan gula semut ini datang dari calon pelanggan ARENGA. Saat bersilancar di internet dengan mencari kata kunci gula aren, paman Google menampilkan produk berbeda.

Warnanya sih sama, coklat gelap sampai terang. Iya gula aren asli memiliki warna cokelat kehitaman atau keemasan yang khas. Warna ini berasal dari proses pengolahan nektar atau nira aren yang dikeringkan. Karena gula aren asli tidak melalui proses pembersihan atau pemutihan seperti gula putih biasa, maka warnanya lebih gelap dan memiliki sedikit aroma atau rasa yang khas.

Tapi penampilan fisik gula aren berbeda. Ada yang dicetak berbentuk batok, ada pula dicetak berbentuk silinder terpotong. Bahkan bentuk batu baterai dan koin juga ada.

Yang paling membingungkan adalah kata kunci gula aren juga menampilkan gula bubuk seperti gula pasir tapi warnanya coklat kehitaman dan kemerahan. Menurut Google itu juga gula aren.

Puyeng kah? Tak perlu. Baca aja sampai ke bawah untuk tahu lebih banyak.

Seperti Ini Perbedaaannya

Gula aren terbuat atau bahan dasarnya adalah nira pohon enau. Di Indonesia terkenal sebagai pohon aren ( arenga pinnata). Ada pula yang menyebut mereka pohon kolang-kaling yang mengacu pada buahnya.

Gula semut seperti produk Arenga Indonesia, terbuat dari bahan yang sama, nira aren.

Gula aren dan gula semut dibuat dari penguapan nira. Maksudnya dipanaskan untuk mengurangi kadar air sampai nira mengental. Kalau sudah kental, di tahap ini nasib gula kedua bentuk gula ditentukan: Dicetak atau dibuat jadi butiran kristal manis yang disebut gula semut.

Jadi antara kedua jenis pemanis warna coklat (bukan merah), perbedaan mereka hanya terletak pada bentuknya.

Yang satu dicetak menurut tradisi setempat, seperti gula batok atau silinder terpotong.

Dan yang satu lagi dijadikan butiran, crystal halus mirip gula pasir. Disebut gula aren semut. Sederhananya gula semut adalah gula aren versi bubuk atau serbuk.

Kesimpulann: Tidak ada perbedaan antara gula aren dan gula semut aren. Kalau pun ada perbedaan itu hanya dari bentuk tampilan fisik. Yang umum kenal sebagai gula aren adalah gula  cetak. Sementara gula semut aren adalah gula aren versi  bubuk.

Gula Semut

beda gula aren dan gula semut  semut by Arenga Indonesia
Gula aren cetak dan gula semut

Gula semut adalah gula merah atau gula jawa berbentuk bubuk seperti gula pasir. Gula semut terbuat dari nira pohon palem-paleman seperti aren, kelapa, siwalan dan rumbia.

Sementara gula semut aren adalah jenis gula bubuk yang berasal dari nira, cairan manis yang diambil dari pohon aren. Proses pembuatannya melibatkan pengumpulan nira dari batang pohon aren, kemudian dipanaskan hingga mengental, lalu dibuat butiran halus sampai menghasilkan gula semut aren.

Industri pemakaian gula aren sekarang semakin meningkat. Dibanding yang sudah-sudah permintaan pasar akan gula merah nira bertambah dari tahun ke tahun. Terutama versi serbuk atau bubuk yang disebut sebagai gula semut aren.

Seperti telah dijelaskan dimuka, gula semut aren adalah gula aren versi bubuk. Dalam bahasa Inggris disebut granulated palm sugar.

Aplikasi untuk makanan dan minuman lebih mudah dibanding gula aren cetak. Bentuknya yang butiran mudah larut dalam berbagai adonan.

Baca juga:

Perbedaan Gula Aren dan Gula Merah

Beda gula aren dan gula merah
Gula Aren Cetak Batok

Nah kalau gula aren dan gula merah jelas berbeda!

Kita mengenal macam-macam gula merah tapi hanya satu macam gula aren yang dalam bahasa Inggris dikenal juga sebagai palm sugar.

Ibaratnya gula merah itu adalah satu kumpulan atau satu keluarga besar yang asalnya bisa dari pohon palem-paleman seperti enau, kelapa, siwalan, dan tebu.

Gula merah yang berasal dari palem-paleman biasanya disatukan dalam satu kata yaitu palm sugar. Sementara gula merah dari tebu biasa disebut sebagai brown sugar.

Di Sumatera Barat perbedaan keduanya jelas sekali. Orang Padang menyebut gula merah yang terbuat dari tebu sebagai Saka sementara yang gula merah dari aren disebut Gulo Anau.

Sementara di Jawa dan hampir seluruh Indonesia menyebut semua pemanis yang berwarna coklat sebagai gula merah. Atau gula jawa. Padahal asal-usulnya berbeda.

Jadi, mulai sekarang ada baiknya kita membedakan antara gula aren, gula palem dan gula merah. Kita pisahkan menurut asal bahan baku mereka.

Nah biar tak keliru sebut lagi, terutama teman-teman yang berkecimpung di dunia kuliner, lebih baik dari sekarang menyebut pemanis asli Indonesia ini mengikuti bahan pembuatnya. Untuk gula aren versi bubuk, sebut saja gula aren semut.

Kalau terbuat dari nira pohon enau (aren), kita sebut mereka gula aren. Kalau dari kelapa kita sebut mereka gula kelapa.

Begitu pun kalau sudah sampai ke bentuk bubuknya, bedakan mereka menjadi arenga sugar bubuk atau coconut sugar.

Apakah Lebih Sehat Gula Aren atau Gula Jawa?

Pertanyaan apakah lebih sehat gula aren atau gula jawa ini datang dari Sobat Arenga. Untuk menjawab pertanyaan ini kita perlu menelaah bahan baku dan proses pembuatan kedua jenis gula merah ini.

Karena secara umum, antara gula aren dan gula jawa, seharusnya tidak ada perbedaan signifikan dalam hal nilai gizi dan nilai kesehatan. Sepanjang keduanya dalah produk gula yang berasal dari nira tanaman enau atau kelapa, bukan dari gula tebu. Keduanya memiliki kandungan gula yang relatif serupa, terutama sukrosa.

Yang membedakan mungkin adalah proses pembuatannya. Baik gula aren maupun gula jawa yang dibuat dengan pengawet kimia sintetis dan diberi campuran bermacam-macam untuk menurunkan biaya produksi.

Jadi sepanjang gula merah tersebut mengandung, misalnya sulfit dan dicampur gula pasir, keduanya tidak sehat. Beda kalau gula aren dan gula jawa diproses secara organik, kedua pemanis ini tentu saja sehat.

Gula Merah Dari Tebu

Gula merah dari Tebu

Keluarga gula merah memang banyak sekali anggotanya. Tergantung dari bahan baku pembuatannya. Keluarga gula merah yang paling terkenal berasal dari nira aren, kelapa dan siwalan.

Sementara gula merah bisa juga dibuat dari tebu. Produk keluarga tebu terkenal adalah gula pasir putih. Sementara yang mempertahankan molasesnya dan sering disebut sebagai raw sugar, terkenal di pasar sebagai Brown Sugar.

Cara membuat gula merah dari tebu prosesnya kurang lebih sama dengan membuat gula aren. Pertama, tebu dihancurkan untuk diambil sarinya. Jus atau nira ini disaring untuk membuang ampas lalu direbus untuk menghilangkan kadar airnya. 

Jus direbus sampai kental seperti sirup. Setelah mendapatkan konsistensi tertentu dipindahkan ke wadah cetakan. Atau untuk membuat gula semut tebu atau brown sugar dipindahkan ke wasah esar dan lebar. Disana dibiarkan dingin sebentar untuk kemudian diaduk-aduk sampai terjadi kristal gula semut.

Iya gula semut bisa juga terbuat dari tebu. Jadi kandungan gula merah ini adalah sama dengan gula pasir namun berwarna coklat.

Masyarakat umum terbiasa menggunakan “term pemanis warna coklat” sebagai gula merah saja. Yang sebenarnya, baik bentuk cetak atau bubuk (gula semut), mereka berbeda secara prinsipil. Nah biar tambah sip, terutama pengusaha gula merah, ada baiknya mulai dari sekarang membuat perbedaan penyebutan untuk produk mereka.

Itu berguna untuk memperkaya kosa kata Bahasa Indonesia selain tentu saja edukasi konsumen agar mereka tahu persis pemanis yang mereka beli.

Panduan Mengenali Warna Gula Aren Asli

Jika kamu sedang mencari gula aren bubuk atau gula semut aren sejati, penting untuk mengetahui keasliannya. Salah satu cara adalah melalui warna.

Dengan maraknya produk palsu, memang mudah tertipu oleh versi palsu dari pemanis populer ini. Pelajari cara mengidentifikasi Warna Gula Aren asli dan menghindari penipuan.

Warna Gula Aren asli memiliki karakteristik tertentu yang membedakannya dari versi palsu. Warnanya coklat kekuningan dan cenderung gelap. Warna gula aren bubuk asli tidak pucat atau malah terlalu gelap.

Warna coklat tersebut datang dari karamel alami dan bukan molase dari hasil samping pembuatan gula tebu.

Selain itu gula aren asli tekturnya lembut, dan mudah larut dalam cairan panas atau dingin.

Bagaimana, setujukan?

Arenga Indonesia. Produsen gula aren asli di Tangerang – Banten .

Kontak WA Arenga Indonesia https://wa.me/6281932418190

Follow Arenga Indonesia di https://instagram.com/arengaindonesia

Share artikel ini

32 Comments

  1. dietadeufi Agustus 21, 2020 at 7:10 am

    Wah ternyata sama ya antara gula aren dan gula semut. Cuma beda bentuknya aja. Yg satu keras, yg satu bubuk. Paham deh klo gt

    • Arenga Indonesia September 23, 2020 at 9:27 pm

      Benar kak. Gula aren cetak atau gula semut aren, sama-sama terbuat dari nira aren 🙂

  2. Diar Ronayu Agustus 21, 2020 at 8:56 am

    Gula semut aren praktis banget buat bikin wedang, tinggal sendok, terus aduk – aduk. Lebih sehat dari gula pasir juga kan ya..

    • Arenga Indonesia September 23, 2020 at 9:28 pm

      Iya Arenga gula semut, bentuk praktis dari gula merah. Fungsinya seperti gula pasir dengan lebih mudah lumer 🙂

  3. @nurulrahma Agustus 21, 2020 at 10:13 am

    Ouwww, siappp Mba
    Soale selama ini beredar banyak istilah tentang per-gula-an
    Bingung bedainnya, dan sekarang jadi jelassss banget!

    • Arenga Indonesia September 23, 2020 at 9:38 pm

      Alhamdulillah Mbak. Senang bisa berbagi tentang gula aren 🙂

  4. Diah Agustina Agustus 21, 2020 at 10:24 am

    Gula semut praktis banget kalau buat bikin kopi, jadi gak perlu ngegerus lagi, oh iya aku baru tahu bahwa ternyata gula jawa ada yang terbuat dari tebu juga ya

  5. andiyani achmad Agustus 21, 2020 at 10:40 am

    gula semut itu gula aren.. aku malah belum lihat secara langsung bentukan gula semut. anyway thank you for sharing

  6. yati09 Agustus 21, 2020 at 11:18 am

    Halo Evi, bunda belum order dari Tokopedia. Bunda suka banget kalo beli gula aren karena bersih. Bunda bisa koq bedain antara gula aren dengan gula merah (gula jawa). Jarang sekali beli gula aren semut, karena belum tau penggunaannya untuk apa hehe…

    • Milda Ini Agustus 22, 2020 at 7:38 pm

      I am more like sugar from Aren since for a long. The taste is more strong and unique

  7. Hani S. Agustus 21, 2020 at 1:29 pm

    I see Mba, sering denger istilah2 pergulaan, tapi memang masih suka ketukar, sekarang makin paham jadinya. Di rumah pun sudah membiasakan untuk meminimalisir penggunaan gula pasir terutama kalau bikin2 kolak, teh manis, dan cemilan manis lainnya.

  8. Uniek Kaswarganti Agustus 21, 2020 at 1:52 pm

    Kalau yang rata-rata dijual di warung itu berarti gula kelapa ya mba. Berarti gula jawa tuh ya mewakili gula kelapa itu sebenarnya karena kebanyakan yang beredar di masyarakat emang gula kelapa.

  9. Mugniar Agustus 21, 2020 at 3:17 pm

    Nah iya Kak. Banyak yang bilang gula aren cetak gula Jawa padahal tidak pas ya istilahnya.

  10. Dian Restu Agustina (@dianrestoe) Agustus 21, 2020 at 5:47 pm

    Gula semut itu yang biasa disediakan sasetan selain gula putih kalau di hotel atau restoran ya, Mbak? Aku baru tahu itu versi bubuknya gula aren. Lebih praktis:)

  11. Dian Restu Agustina (@dianrestoe) Agustus 21, 2020 at 5:48 pm

    Gula semut itu yang biasa disediakan sasetan selain gula putih kalau di hotel atau restoran ya, Mbak? Aku baru tahu itu versi bubuknya gula aren. Lebih praktis sih

  12. halochichie Agustus 21, 2020 at 10:10 pm

    Nah iya banyak juga yang gak ngeh dengan perbedaan antara gula aren dan gula kelapa.

  13. Rach Alida Ayyas Agustus 22, 2020 at 9:42 am

    Halo mba. Nah aku awalnya kira sama loh! Dan teryata baru nge juga kalau beda. Dan seetulnya skarang lebih banyak pakai gula aren teruatama buat ngopi

  14. andyhardiyanti Agustus 22, 2020 at 10:10 am

    Karena sering baca postingan-postingan di blog Arenga ini, saya jadi tahu banyak tentang gula aren. Selama ini yaa pikirnya semua gula berwarna coklat gini tuh sama aja

  15. Yurmawita Agustus 22, 2020 at 10:44 am

    Gula semut cocok untuk campuran minuman karena takarannya pake sendok, gula Jawa harus di potong potong dulu jadi kupilih gula semut deh

  16. Yurmawita Agustus 22, 2020 at 10:46 am

    Semua cocok untuk minuman, camilan dan masakan Indonesia bikin tambah sedap

  17. HM Zwan Agustus 22, 2020 at 12:54 pm

    Dulu waktu kecil gula aren banyak dijual di pasar, khususnya yang butiran. Inget banget, tiap disuruh belanja. Selalu ngemilin gula aren di toko ahahaha..

  18. Nathalia DP Agustus 22, 2020 at 1:57 pm

    Berarti gula yang dicetak belum tentu gula aren ya, harus lebih teliti lagi nih kalau membeli…

  19. Aswinda Utari Agustus 22, 2020 at 7:35 pm

    Jd sebenarnya sama ya cm beda bentuknya aja ya.. Aku lebih suka yg padet. Entah kenapa kalo yg halus suka beda rasanya. Nah mungking krn kualitas yg aku beli ini jg beda ya.

  20. Lisdha Agustus 22, 2020 at 8:06 pm

    saya masih nggak bisa membedakan antara gula aren dan gula kelapa. Kalau ibu saya sih prefer gula aren

  21. Lina W. Sasmita Agustus 22, 2020 at 10:18 pm

    Terima kasih pencerahannya Uni Mimin. Baru tahu perbedaannya dari sini. Selama ini kurang perhatian sama perbedaan-perbedaan gula aren sama gula kelapa karena jarang pakai.

  22. Dian E. Suryaman Agustus 22, 2020 at 10:27 pm

    Aku setuju kak utk penyebutan gula aren vs gula kelapa karena emang beda. Kalo di daerahku ada juga gula dr nira lontar/siwalan. Harganya masih lebih murah dibanding aren.

  23. Aprillia Ekasari Agustus 22, 2020 at 10:28 pm

    Aku mungkin juga akan nyebutnya gula merah kalau gak dijelasin soal gula aren cetak itu mbak hehe.
    Jadi sedikit paham soal pergulaan nih krn bbrp kali mampir postingan blogmu, TFS 😀

  24. Aprillia Ekasari Agustus 22, 2020 at 10:29 pm

    Eh maksudnya gula Jawa, kok gula merah, gula merah Jawa haha

  25. lendyagasshi Agustus 22, 2020 at 10:33 pm

    Beda bentuk dan pembuatnya, namanya pun ikut berubah.
    Unik banget yaa…
    Kalau gak paham kaya aku, semua dibilang sama, Gula Aren.

  26. helenamantra Agustus 23, 2020 at 11:17 am

    Oh Ada yang terbuat dari aren, Ada yang dari Kelapa
    Trus gula jawa, gula merah itu bagaimana?

    • Yeni Ikawati Maret 12, 2021 at 7:23 pm

      Gula jawa dari tetes tebu ka.. warnanya lebih gelap dari gula aren dan gula merah/gula kelapa

  27. Nana Agustus 24, 2021 at 8:51 pm

    Ini dia….Harusnya para penjual lapak harus tahu…mrn kemasan gula yg dijual tertulisnya brown sugar atau gula aren….brown sugar bhnnya jelas gula padir kata mbah gogle sdgkan gula aren bhn dasarnya dari nira….

Comments are closed.

Artikel Terbaru

  • Menjelajahi surga sup kari di Sapporo, Jepang

    Menjelajahi Surga Sup Kari di Rojiura Curry Samurai Sakura, Sapporo

  • resep daging sapi panggang oven dengan kentang tumbuk

    Daging Sapi Panggang Oven dengan Kentang Tumbuk yang Lezat

  • Stigma rendah makan umbi-umbian di Indonesia

    Stigma Rendah Makan Singkong dan Ubi Jalar

  • manfaat kulit manggis sebagai pewarna alami

    Manfaat Kulit Manggis Sebagai Pewarna Alami

  • mengangin-anginkan sebuah cara menjaga kesegaran hasil panen

    Cara Menjaga Kesegaran Hasil Panen

Arenga Customer Care

Untuk pertanyaan, kritik, dan saran seputar produk Arenga, silakan hubungi kami di nomor WhatsApp berikut ini:

0819 3241 8190

Artikel Terpopuler

  • 10 Hal Terbaik Tentang Palm Sugar

    10 Fakta Tentang Palm Sugar

  • agar-agar santan gula aren

    Agar-Agar Santan Gula Aren

  • Resep Es Kopi Susu Gula Aren ala Arenga

  • Cerita elok dari kampung

    Cerita Elok Dari Kampung Aren

  • Resep iga bakar gula aren Arenga

    Resep Iga Bakar Gula Aren Arenga

  • Cara menikmati sayuran hijau mentah

    Cara Menikmati Sayuran Hijau Mentah, Resep Pina Colada Smoothie

  • Penjelesan mengapa gula aren berwarna coklat

    Beda Gula Aren dan Gula Semut

  • gula aren cair atau sirup gula merah cair untuk kopi. Kemasan 1 liter

    Kelezatan Kopi dengan Gula Aren Cair Asli 1 Liter