Kolang-Kaling Sebagai Pestisida Alami Pada Sawah Organik

Categories: Referensi Arenga Indonesia|Komentar Dinonaktifkan pada Kolang-Kaling Sebagai Pestisida Alami Pada Sawah Organik|
Kolang kaling sebagai pestisida alami

Belum ada studi ilmiah yang menunjukkan bahwa buah kolang-kaling muda dapat digunakan sebagai pestisida alami. Namun, beberapa bahan alami seperti minyak neem, bawang putih, dan cabe rawit telah terbukti memiliki efek pestisida yang cukup efektif.

Namun pemakaian kaling sebagai pestisida alami yang Mamin Arenga maksud di sini berdasarkan cerita seorang petani padi di sawah organik yang memanfaatkan buah aren muda. Khususnya untuk menghalau tikus agar tidak menghabiskan tanaman padinya.

Tikus Sebagai Hama Pada Sawah Padi Organik

Pertanian organik adalah sebuah pendekatan dalam budidaya tanaman yang mempromosikan keberlanjutan lingkungan, kesehatan tanah, dan kesejahteraan manusia. Salah satu prinsip pertanian organik adalah melindungi lingkungan dan mempromosikan keanekaragaman hayati dengan menghindari penggunaan bahan kimia yang merusak lingkungan.

Nah salah satu musuh dari sawah padi organik adalah tikus.

Tikus sangat menyukai umbut padi muda karena memiliki kandungan nutrisi yang tinggi dan mudah dicerna. Umbut padi muda mengandung banyak air, protein, karbohidrat, dan vitamin yang sangat dibutuhkan oleh tikus untuk tumbuh dan berkembang. Selain itu, tekstur dan rasa umbut padi muda juga dapat menarik perhatian tikus.

Selain itu, tikus juga memiliki kebiasaan untuk memakan makanan yang mudah ditemukan dan tersedia di sekitarnya. Oleh karena itu, jika umbut padi muda mudah ditemukan di lingkungan tikus, maka mereka akan lebih memilih untuk memakan makanan tersebut, kalau perlu sampai semua tanaman padi habis, dibandingkan dengan mencari makanan ke tempat lain.

Tikus seperti ini lah yang dapat menyebabkan kerusakan pada tanaman padi sawah organik dan bahkan juga bisa membuat petani jadi gagal panen karena umbut yang bakal jadi calon padi dihabiskan oleh hewan pengerat ini. Selain tikus juga dapat membawa penyakit yang berbahaya bagi manusia.

Selain itu tikus perlu mengasah gigi secara berkala. Tanaman apa lagi paling tepat selain batang padi, cukup keras tapi masih mengandung zat makanan?

Namun dalam pertanian sawah organik, membunuh tikus juga tidak etis. Karena sebagai sesama makhluk hidup, mereka juga membutuhkan makanan untuk tumbuh dan berkembang biak.

Jadi gimana dong? Yah salah satunya menggunakan buah kolang-kaling bunga sebagai pestisida, mengusir tikus tanpa membunuhnya.

Sawah Padi Organik Memanfaatkan Kolang-Kaling

Alasan kolang-kaling sebagai pestisa alami karena buah aren atau kolang kaling muda mengandung zat-zat yang dapat menyebabkan kulit gatal-gatal pada sebagian orang yang sensitif terhadap zat tersebut. Zat tersebut disebut saponin dan oxalate.

Saponin adalah senyawa yang terdapat dalam banyak jenis tumbuhan, termasuk buah aren atau kolang kaling muda. Saponin memiliki sifat iritan pada kulit dan dapat menyebabkan gatal, kemerahan, dan peradangan pada kulit. Kandungan saponin dalam buah aren atau kolang kaling muda lebih banyak terdapat pada bagian kulit buahnya.

Oxalate, di sisi lain, adalah senyawa kimia yang dapat mengendap dalam tubuh dan membentuk kristal. Jika seseorang mengonsumsi buah aren atau kolang kaling muda yang mengandung oksalat dalam jumlah yang banyak, maka kristal oksalat ini dapat terbentuk dan menimbulkan sensasi gatal pada kulit dan mulut. Dari sini lah kolang-kaling berfungsi sebagai pestisida alami.

Buah Aren Untuk Dimakan Tikus

Tikus cenderung menyukai buah yang manis dan kaya akan nutrisi, termasuk buah yang sudah matang atau masak. Buah yang matang mengandung lebih banyak gula dan nutrisi yang dapat menjadi sumber makanan yang baik bagi tikus. Beberapa jenis buah yang sering disukai oleh tikus antara lain jeruk, apel, pisang, dan anggur.

Namun, meskipun tikus menyukai buah yang matang, bukan berarti mereka tidak akan memakan buah yang masih mentah atau belum matang. Tikus adalah hewan omnivora yang dapat memakan berbagai jenis makanan, termasuk buah mentah atau masih belum matang. Mereka akan memakan apa pun yang tersedia di lingkungan mereka jika makanan yang lebih disukai tidak tersedia. Makanya petani sawah organik memanfaatkan kolang-kaling sebagai pestisida alami.

Jadi setelah sawah dibersihkan, petani akan menaruh banyak buah aren muda atau kolang-kaling disekeliling di tepi sawah. Diharapkan kolang-kaling ini akan gatal-gatal setelah makan buah aren. Dengan demikian mereka akan kapok mendekati tanaman padi yang sedang tumbuh di sawah.

Perlu diingat bahwa tikus dapat merusak banyak tanaman dan mengakibatkan kerugian bagi petani. Oleh karena itu, tak kalah penting untuk menjaga kebersihan lingkungan, membersihkan sawah secara berkala. Kalau sudah begitu bisa mencegah kerusakan pada tanaman dan lingkungan.

Arenga Indonesia, produsen gula aren cair dan gula semut (gula aren bubuk) untuk industri dan komersil. Kontak by WA Chats 0819 3241 8190

Baca juga:

Share artikel ini

Artikel Terbaru

  • Sebuah foto makanan estetik yang menangkap mangkuk besar hidangan resep Bumbu Rujak campur Banyumas yang berisi daging sapi, tahu goreng, dan tempe goreng dalam kuah santan kental yang kaya warna, dihiasi serai, daun salam, dan cabai merah iris. Hidangan ini dikelilingi oleh bahan-bahan baku mentah: bawang merah, bawang putih, cabai rawit merah, kunyit, daun salam, serai, garam, mangkuk kelapa parut, dan gelas santan cair. Di sisi kiri berdiri kemasan Arenga Organic Palm Sugar 225g dengan semangkuk kecil gula bubuk dan sendok kayu. Meja kayu pedesaan dengan latar belakang krem hangat dan bayangan daun palem.

    Resep Bumbu Rujak Campur: Menggali Kenikmatan Klasik Banyumas di Dapur Nusantara

  • Infografis komparatif dua sisi yang membandingkan Gula Aren dan Gula Merah pada latar belakang kayu, dengan logo Arenga di bagian atas. Sisi kiri, berlabel 'GULA AREN (Pohon Enau / Arenga pinnata)', menampilkan mangkuk berisi kubus gula aren gelap padat yang pecah, menunjukkan tekstur renyah. Di sebelahnya ada bubuk gula aren, boba pearl, dan kopi susu, dengan siluet pohon enau dan alat sadap. Teks: 'Aroma Legit Smokey, Tekstur Empuk & Rapuh, Ideal untuk Kopi & Boba'. Sisi kanan, berlabel 'GULA MERAH (Pohon Kelapa / Cocos nucifera)', menampilkan mangkuk berisi disk gula merah silindris padat berwarna cokelat kemerahan. Di sebelahnya ada buah jambu biji dan bumbu rujak, dengan siluet pohon kelapa. Teks: 'Manis Ringan, Tekstur Padat & Keras, Cocok untuk Rujak & Masakan Gurih'. Di bagian bawah terdapat tabel perbandingan dengan ikon: Sumber (Enau vs Kelapa), Warna (Gelap Pekat vs Terang Kemerahan), dan Tekstur (Empuk vs Padat).

    Perbedaan Gula Aren dan Gula Merah: Si Manis Mana yang Paling Setia Menemani Harimu?

  • Kemasan plastik rapi dan kardus berisi produk gula semut aren Arenga di atas meja laboratorium pabrik makanan modern yang higienis, bersiap untuk proses uji kualitas gula aren menggunakan peralatan lab seperti mikroskop dan timbangan presisi.

    Uji Kualitas Gula Aren: Rahasia Aroma Surgawi di Balik Kelezatan Biskuit dan Minuman Moderen

  • Resep Kreasi Unik dengan Gula Aren: Sihir Legit yang Bikin Pelanggan Café Antre Panjang

    Resep Kreasi Unik dengan Gula Aren: Sihir Legit yang Bikin Pelanggan Café Antre Panjang

  • Visual estetik perbandingan gula aren dan gula pasir di dalam dua mangkuk keramik di atas meja kayu. Mangkuk kiri berisi gula aren bubuk organik berwarna cokelat terang dengan sendok kayu, sedangkan mangkuk kanan berisi gula rafinasi putih dengan sendok logam, dilengkapi logo Arenga bersinar.

    Perbandingan Gula Aren dan Gula Pasir: Mana yang Lebih Manis untuk Tubuhmu?

Arenga Customer Care

Untuk pertanyaan, kritik, dan saran seputar produk Arenga, silakan hubungi kami di nomor WhatsApp berikut ini:

0819 3241 8190

Artikel Terpopuler

  • Daun-padan-dalam-Arenga-Liquid-Palm-Sugar

    Rahasia Aroma Pemikat Pelanggan: Mengapa Gula Aren Cair Pandan Adalah Aset Bisnis Sobat Arenga

  • Resep-teh-bunga-bungaan

    Resep Teh Bunga-Bungaan: Manfaat Ilmiah dari Lemon Verbena hingga Rosemary

  • Arenga Indonesia di Kalimantan Selatan, Laris Manis di Kalsel Expo Hingga Masuk Radio

  • Sejarah pohon aren nusantara

    Jejak Emas Pohon Aren: Dari Prasasti Kuno Hingga Pajak Kerajaan yang Terlupakan

  • Arenga Gula Aren Cair Pandan Untuk Susu Almond

    ARENGA Gula Aren Cair Pandan dan Susu Almond

  • Resep Tumis Udang Arenga Gula Aren Cair organik

    Tumis Udang Arenga Gula Aren Cair

  • Gula Aren Arenga Sebagai Bumbu Masak

    Gula Aren Arenga Sebagai Bumbu Masak

  • Mie Tiau Apollo dan Mie Tiaw Polo, Bersaing atau Saling Mendukung?