Akar Kawao Pengawet Nira

Categories: Referensi Arenga Indonesia|Komentar Dinonaktifkan pada Akar Kawao Pengawet Nira|
Akar kawao mengandung zat yang bisa menstabilkan nira aren dan berfungsi sebagai pengawet

Apa itu Akar Kawao? Kawao (millettia sericea) adalah tumbuhan semak panjat yang dapat menjalar hingga panjang 30 meter. Batangnya melilit tanaman lain untuk menopang. Akar kawao dipanen dari alam untuk penggunaan lokal dalam pengolahan makanan dan obat-obatan. Dalam industri aren, Akar Kawao digunakan sebagai pengawet nira, memperlambat peragian atau fermentasi.

Pembuatan pembuatan gula aren semut organik (organic granulated arenga palm sugar), salah satunya, menggunakan akar kawao sebagai pengawet nira alami.

Mengapa Nira Aren Perlu Pengawet?

Perajin gula aren sedang mencabut akar kawao
Perajin gula aren sedang mencabut akar kawao

Karena cairan nira mengandung vitamin, gula, dan nutrisi lain yang bermanfaat bagi kesehatan. Dan kapang senang banget dengan cairan bergizi ini.

Dengan ragi alaminya ini, nira manis akan melakukan fermentasi glukosa menjadi alkohol, serta acetobacter, yang selanjutnya mengubah alkohol menjadi asam asetat (cuka). 

Akar kawao bisa memperlambat proses fermentasi. Karena waktu konsumsi optimal adalah satu hari setelah penyadapan. Tapi untuk membuat gula semut organik waktu pengolahan harus lebih cepat lagi. Sebab jika kandungan cuka muncul, nira menjadi semakin asam. Nah kalau sudah masam tak bisa dibuat gula semut lagi alias gagal.

Jadi memang banyak alasan mengapa makanan harus diwetkan. Agar tahan lama dan bisa dibawa ke tempat jauh. Menghemat. Menyimpan. Alasan kesehatan, ekonomi dan budaya.

Untuk keperluan tersebut masyarakat berusaha menciptakan agen yang dapat memanipulasi agar tak mempercepat kerusakan. Baik unsur kimia sintetis maupun alami.

Untuk pengolahan gula aren organik, mereka mencari alternatif dari tetumbuhan yang hidup di sekitar lingkungan. Warisan turun temurun memperlihatkan bahwa Akar Kawao dapat digunakan sebagai salah satu pengawet.

Baca juga : Pengawetan Makanan Alami, Aman Bagi Kesehatan

Cara Memakai Akar Kawao Untuk Mengawetkan Nira Aren

Foto daun Kawao atau manggul menurut bahasa daerah Jambi
Daun Kawao

Akar kawao sering juga disebut sebagai akar tuba, jenis tumbuhan beracun. Dulu sering dipakai untuk meracuni ikan, membuat mereka mabuk agar lebih mudah ditangkap.

Jadi sekalipun berfungsi sebagai pengawet nira alami, pemakaiannya pun harus tertakar. Tidak boleh terlalu banyak atau terlalu sedikit.

Berikut cara menggunakan akar kawao untuk mengawetkan nira:

  • Sedikan akar kawao segar, bersihkan dari kotoran (tanah)
  • Potong-potong sepanjang kurang lebih 3 cm.
  • Cacah (pukul-pukul) sebentar dengan kayu atau badan golok.
  • Cacahan akar kawao dimasukan ke dalam lodong (penampung nira) bersih yang telah dicuci air panas dan diasapi.

Dilakukan untuk mempertahankan standar mutu nira yang harus dalam kondisi segar, rasanya manis, berbau harum, warna bening agak kekuningan dengan kadar gula 12% dan derajat keasaman (pH)nya antara 6,0 – 7,0. Keluar dari standar itu gula semut tidak akan jadi.

Baca juga : Jus Apel Mix untuk Detox

Akar Kawao Beracun?

Spesies millettia pada umumnya mengandung berbagai zat beracun, terutama isoflavon. Rotenone mungkin yang paling terkenal dari isoflavon ini dan ditemukan terutama pada biji dan akar tanaman. 

Rotenone sering digunakan secara lokal sebagai racun ikan – rotenone membunuh atau membuat ikan pingsan sehingga mudah ditangkap, tetapi ikan tetap aman untuk dimakan makhluk berdarah panas. 

Rotenone diklasifikasikan oleh Organisasi Kesehatan Dunia sebagai cukup berbahaya. Ini sedikit beracun bagi manusia dan mamalia lain, tetapi sangat beracun bagi banyak serangga (karenanya digunakan sebagai insektisida) dan juga bagi kehidupan air, termasuk ikan. 

Baca juga : Ragam Celemek yang Perlu Kamu Tahu

Toksisitas yang lebih tinggi pada ikan dan serangga ini karena rotenone lipofilik mudah diserap melalui insang atau trakea, tetapi tidak mudah melalui kulit atau saluran pencernaan.

 Dosis mematikan terendah untuk anak adalah 143 mg/kg, tetapi kematian manusia akibat keracunan rotenon jarang terjadi karena efek iritasinya menyebabkan muntah. 

Konsumsi rotenone yang disengaja, bagaimanapun, bisa berakibat fatal. Senyawa tersebut terurai ketika terkena sinar matahari dan biasanya memiliki aktivitas enam hari di lingkungan.


Spesies millettia sering juga mengandung senyawa lain yang berpotensi toksik, terutama saponin dan alkaloid.

Nah para perajin gula aren organik tahu banget masalah ini. Jadi mereka menggunakan akar kawao secukupnya dan tidak berbahaya bagi manusia.

Share artikel ini

Artikel Terbaru

  • Sajian Resep Dessert Sehat: Greek Yogurt Beri Segar Penggugah Selera di dalam mangkuk keramik dengan taburan buah blueberry dan stroberi, disiram perlahan menggunakan gula aren cair dari atas sendok, berlatar belakang botol Arenga Organic Liquid Palm Sugar dan kepingan gula aren di atas alas anyaman.

    Resep Dessert Sehat: Greek Yogurt Beri Segar Penggugah Selera

  • Segelas resep smoothie strawberry rosela yang menyegarkan dengan lelehan gula aren cair Arenga di dinding gelas, disajikan berdampingan dengan botol Arenga Organic Liquid Palm Sugar dan stroberi segar sebagai minuman tropis penjaga awet muda

    Resep Smoothie Strawberry Rosela, Tegukan Puisi Tropis Pengusir Haus dan Penjaga Awet Muda

  • Foto produk yang menampilkan berbagai kemasan Gula Aren Cair Organik dan Versi Bubuk Arenga Indonesia, termasuk jerigen, botol, dan pouch bubuk, di atas tikar pandan tenun, dengan logo Arenga transparan. Ilustrasi visual untuk artikel: "Mana yang Lebih Bagus untuk Baking: Gula Aren Cair Organik atau Versi Bubuk?

    Mana yang Lebih Bagus untuk Baking: Gula Aren Cair Organik atau Versi Bubuk?

  • Penyajian hidangan Jagung Bose Timor yang kental dan bergizi dalam mangkuk kayu berbentuk bunga, dengan tangan menuangkan gula aren organik Arenga dari sendok, disajikan di atas permukaan batu bersama bahan-bahan mentah sebagai alternatif sarapan sehat.

    Resep Jagung Bose Timor: Alternatif Sarapan Pengganti Bubur Ayam

  • Sebuah foto close-up Musang Luwak di tengah perkebunan Indonesia yang subur saat golden hour. Gambar ini dibagi menjadi dua bagian: sisi kiri menampilkan cabang pohon kopi yang penuh buah merah matang dan nampan berisi biji kopi luwak olahan; sisi kanan menampilkan pangkal pohon aren dengan spigot bambu yang meneteskan nira ke dalam tempurung kelapa, dan buah aren yang menggantung. Musang Luwak berdiri di tengah sebagai sosok pahlawan yang menghubungkan kedua elemen alam ini, dengan latar belakang pegunungan dan hutan tropis

    Kenalan Dengan Musang Sang Pahlawan Kopi Luwak dan Pohon Aren, Kisah Barista Alam Penjaga Hutan

Arenga Customer Care

Untuk pertanyaan, kritik, dan saran seputar produk Arenga, silakan hubungi kami di nomor WhatsApp berikut ini:

0819 3241 8190

Artikel Terpopuler

  • Daun-padan-dalam-Arenga-Liquid-Palm-Sugar

    Rahasia Aroma Pemikat Pelanggan: Mengapa Gula Aren Cair Pandan Adalah Aset Bisnis Sobat Arenga

  • Resep-teh-bunga-bungaan

    Resep Teh Bunga-Bungaan: Manfaat Ilmiah dari Lemon Verbena hingga Rosemary

  • Arenga Indonesia di Kalimantan Selatan, Laris Manis di Kalsel Expo Hingga Masuk Radio

  • Sejarah pohon aren nusantara

    Jejak Emas Pohon Aren: Dari Prasasti Kuno Hingga Pajak Kerajaan yang Terlupakan

  • Arenga Gula Aren Cair Pandan Untuk Susu Almond

    ARENGA Gula Aren Cair Pandan dan Susu Almond

  • Resep Tumis Udang Arenga Gula Aren Cair organik

    Tumis Udang Arenga Gula Aren Cair

  • Gula Aren Arenga Sebagai Bumbu Masak

    Gula Aren Arenga Sebagai Bumbu Masak

  • Mie Tiau Apollo dan Mie Tiaw Polo, Bersaing atau Saling Mendukung?