Gejala Rematik Arthritis Seperti Apa? Waspada Terhadap 10 hal Ini

Categories: Referensi Arenga Indonesia|Komentar Dinonaktifkan pada Gejala Rematik Arthritis Seperti Apa? Waspada Terhadap 10 hal Ini|
Gejala rematik arthritis

Rematik dimasukan ke dalam kelompok penyakit sendi (reumatologi) yaitu mengalirnya mukus –cairan yang dianggap jahat, dari otak ke dalam sendi atau stuktur lain dalam tubuh. Kondisi ini dalam bahasa Yunani disebut rheumatismos yang akan menyebabkan rasa nyeri dan kaku pada sistem tulang otot (muskuloskeletal) dan jaringan ikat (connective tissue). Singkatnya, rematik diartikan sebagai penyakit yang menyerang sendi, otot, dan jaringan tubuh. Untuk mengenali gejala rematik arthritis seperti apa bisa baca di bawah.

Oh ya apa sih rheumatoid (rematik) arthritis itu? Ini adalah peradangan jangka panjang pada sendi akibat sistem kekebalan tubuh yang secara keliru menyerang tubuh. Kesalahan itu terjadi karena  sistem imun seseorang menyerang sinovium atau sebuah membran yang melapisi sendi-sendi dalam tubuh. Akibatnya, sinovium menjadi meradang dan menyebabkan kerusakan pada tulang rawan dan tulang di sekitar sendi.
 
Belum diketahui apa pemicu mengapa kita merasakan gejala rematik arthritis ini. Karena sistem kekebalan seharusnya  membuat antibodi yang menyerang bakteri dan virus, membantu melawan infeksi.
 

Kenali 10 Gejala Umum Rematik berikut ini

1. Nyeri Sendi

Tanda paling sering dari kehadiran rematik adalah nyeri sendi. Jika sudah menjalar ke syaraf, nyeri sendi akan menjalar ke seluruh tubuh. Nyeri sendi ada dua macam, nyeri mekanis dan nyeri inflamasi (nyeri karena radang). Tanda dari nyeri mekanis terasa saat melakukan aktivitas dan akan hilang setelah beristirahat. Nyeri inflamasi terasa saat kita bangun tidur yakni sendi sakit dan kaku saat awal gerak dan berangsur hilang setelah beberapa lama.
 
 
2. Kaku pada Sendi
 
Rasa kaku terjadi karena desakan cairan di sekitar jaringan tubuh yang sedang mengalami peradangan seperti di kapsul sendi, sinovia dan bursa. Gejalanya sendi sukar digerakan dan akan berkurang setelah melakukan aktivitas.
 
3. Bengkak pada Sendi
 
Bengkak sendi terjadi karena jaringan lunak pada sendi tengah dalam mengalami peradangan. Ditandai oleh memerahnya kulit dan panas saat diraba. Bengkak terjadi karena tumpukan cairan di sekitar kapsul sendi. Akibatnya sendi juga terasa kaku.
 
4. Sendi Tidak Stabil
 
Posisi sendir goyah. Biasanya akibat trauma atau radang di bagian ligamen kapsul sendi. Sendi tidak stabil dapat pula terjadi akibat kerukasakan tulang rawan dan robeknya ligamen. Gejala ini banyak dialami penderita osteoartritis bagian lutut.
 
5. Sendi Berbunyi
 
Sendi berbunyi atau krepitasi terjadi saat sendi digerakan. Berderak-derak dan bisa didengar maupun diraba. Bila bunyi kasar itu terjadi karena ada kerusakan di tulang rawan. Bila bunyinya halus, berarti kerusakan atau peradangan terjadi di bagian sarung tendon, bursa, atau sinovia. Bunyi halus hanya terdengar lewat bantuan stetoskop.
 
6. Pengecilan Otot (Atrofi)
 
Pengecilan otot di sekitar sendi yang rusak terjadi karena rematik telah berlangsung lama — lebih dari 10 tahun. Akibatnya akan terjadi Atrofi dan fungsi sendi secara keseluruhan akan terganggu.
 
7. Timbul Tofi
 
Tofi atau nodul adalah benjolan kecil di bawah kulit. Terlihat pada penderita rematik gout atau reumatoid artritis. Tofi muncul di permukaan ekstensor, yaitu di punggung tangan, siku, tumit belakang dan sacrum.
 
8. Perubahan Fisik di Bagian Jari dan Kuku
 
Perubahan Fisik di Bagian Jari dan Kuku terjadi pada beberapa jenis rematik yang bersifat sistematik. Gejalanya, kuku berlubang atau jari tangan membesar. Gejala ini terjadi karena tofi yang makin membesar, menimbulkan koreng, dan akhirnya mengeluarkan cairan kental seperti kapur.
 
9. Kelainan di Bagian Selaput Lendir.
 
Gejala rematik arthritis berikut bisa ditandai juga dari selaput lendir. 
Kelainan di bagian selaput lendir karena adanya ulkus di bagian rongga mulut, kelamin, dan selaput lendir hidung. Kelainan selaput lendir sering muncul tanpa gejala apa pun. Namun akibat yang dirasakan sangat mengganggu aktivitas. Sulit menelan, melakukan aktivitas seksual, dan bernapas.
 
10. Gangguan Penglihatan Akibat Radang Sendi
 
Gangguan penghlihatan bisa terjadi pada penderita arthritis reumatoid. Gejalanya berupa peradangan di permukaan bola mata yang berwarna putih atau episkleritis. Dan peradangan juga bisa terjadi di seluruh bagian bola mata warna putih (skeritis) dan selaput warna mata iritis. Selain itu, peradangan juga bisa terjadi di bagian iris mata (iridosklitis). Peradangan yang terjadi di konjungtiva disebut konjungtivitis. Peradangan yang berat pada bagian-bagian mata di atas bisa menyebabkan kebutaan.
 
Kalau terkena, seram juga kan Sobat Arenga. Jadi selalu waspada pada kelainan tubuh. Cari segera pertolongan pada tenaga medis atau ahlinya. Karena ini baru gejala dan  rematis arthritis ini bisa disembuhkan. 
 

Follow Instagaram Arenga Indonesia

 
Artikel 10 Gejala Umum Rematik ini diambil dari buku : Tanaman Obat untuk Mengatasi Rematik dan Asam Urat oleh dr. Prapti Utami
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Share artikel ini

Artikel Terbaru

  • Sajian Resep Dessert Sehat: Greek Yogurt Beri Segar Penggugah Selera di dalam mangkuk keramik dengan taburan buah blueberry dan stroberi, disiram perlahan menggunakan gula aren cair dari atas sendok, berlatar belakang botol Arenga Organic Liquid Palm Sugar dan kepingan gula aren di atas alas anyaman.

    Resep Dessert Sehat: Greek Yogurt Beri Segar Penggugah Selera

  • Segelas resep smoothie strawberry rosela yang menyegarkan dengan lelehan gula aren cair Arenga di dinding gelas, disajikan berdampingan dengan botol Arenga Organic Liquid Palm Sugar dan stroberi segar sebagai minuman tropis penjaga awet muda

    Resep Smoothie Strawberry Rosela, Tegukan Puisi Tropis Pengusir Haus dan Penjaga Awet Muda

  • Foto produk yang menampilkan berbagai kemasan Gula Aren Cair Organik dan Versi Bubuk Arenga Indonesia, termasuk jerigen, botol, dan pouch bubuk, di atas tikar pandan tenun, dengan logo Arenga transparan. Ilustrasi visual untuk artikel: "Mana yang Lebih Bagus untuk Baking: Gula Aren Cair Organik atau Versi Bubuk?

    Mana yang Lebih Bagus untuk Baking: Gula Aren Cair Organik atau Versi Bubuk?

  • Penyajian hidangan Jagung Bose Timor yang kental dan bergizi dalam mangkuk kayu berbentuk bunga, dengan tangan menuangkan gula aren organik Arenga dari sendok, disajikan di atas permukaan batu bersama bahan-bahan mentah sebagai alternatif sarapan sehat.

    Resep Jagung Bose Timor: Alternatif Sarapan Pengganti Bubur Ayam

  • Sebuah foto close-up Musang Luwak di tengah perkebunan Indonesia yang subur saat golden hour. Gambar ini dibagi menjadi dua bagian: sisi kiri menampilkan cabang pohon kopi yang penuh buah merah matang dan nampan berisi biji kopi luwak olahan; sisi kanan menampilkan pangkal pohon aren dengan spigot bambu yang meneteskan nira ke dalam tempurung kelapa, dan buah aren yang menggantung. Musang Luwak berdiri di tengah sebagai sosok pahlawan yang menghubungkan kedua elemen alam ini, dengan latar belakang pegunungan dan hutan tropis

    Kenalan Dengan Musang Sang Pahlawan Kopi Luwak dan Pohon Aren, Kisah Barista Alam Penjaga Hutan

Arenga Customer Care

Untuk pertanyaan, kritik, dan saran seputar produk Arenga, silakan hubungi kami di nomor WhatsApp berikut ini:

0819 3241 8190

Artikel Terpopuler

  • Daun-padan-dalam-Arenga-Liquid-Palm-Sugar

    Rahasia Aroma Pemikat Pelanggan: Mengapa Gula Aren Cair Pandan Adalah Aset Bisnis Sobat Arenga

  • Resep-teh-bunga-bungaan

    Resep Teh Bunga-Bungaan: Manfaat Ilmiah dari Lemon Verbena hingga Rosemary

  • Arenga Indonesia di Kalimantan Selatan, Laris Manis di Kalsel Expo Hingga Masuk Radio

  • Sejarah pohon aren nusantara

    Jejak Emas Pohon Aren: Dari Prasasti Kuno Hingga Pajak Kerajaan yang Terlupakan

  • Arenga Gula Aren Cair Pandan Untuk Susu Almond

    ARENGA Gula Aren Cair Pandan dan Susu Almond

  • Resep Tumis Udang Arenga Gula Aren Cair organik

    Tumis Udang Arenga Gula Aren Cair

  • Gula Aren Arenga Sebagai Bumbu Masak

    Gula Aren Arenga Sebagai Bumbu Masak

  • Mie Tiau Apollo dan Mie Tiaw Polo, Bersaing atau Saling Mendukung?