Kemukus Bumbu Masakan Sejak zaman Kuno

Saya sedang senang membaca buku tentang rempah, terutamanya rempah Indonesia. Yang membuat penasaran tentang rempah adalah mereka digunakan sebagai bumbu masak maupun sebagai herbal.  Padahal menurut definisi, herbal mengacu pada bagian tanaman hijau yang berbunga dan berdaun, baik segar atau kering. Sedangkan rempah mengacu pada tanaman biji  yang  dikeringkan, ditambah kulit kayu, akar dan buah-buahan.

Sepertinya untuk Indonesia tak ada batas tegas antara rempah dan herbal. Jika rempah  mengacu pada biji yang dikeringkan misalnya, buah pala juga berfungsi sebagai herbal dalam pengobatan herbal tradisional.

Baca juga Gula Aren Arenga Sebagai Bumbu Masak

Salah satu yang muncul dalam pengelanaan bumbu saya adalah Kemukus. Nama untuk alasan yang tidak diketahui, bergema  romantis dalam kepala saya. Mungkin mengacu pada nama bukit yang banyak diisukan miring, sebagai tempat menyelenggarakan ritual sex bebas. Atau pada Lintang Kemukus, sebuatan comet bagi orang Jawa.

Untuk saya, kemukus sebagai rempah atau bumbu masak tidak umum. Padahal menurut Profesor Kuliner Indonesia, Murdijati Gardjito, Kemukus sebagai bumbu masakan sama seperti gula aren, sudah digunakan sejak zama kuno. Itu terlihat beberapa  ukiran di Candi Borobudur. Jadi emang saya saja yang “kurang piknik” kan ya?

Cara Hidup Kemukus Bumbu Masakan Sejak Zaman Kuno

Tumbuhan ini hidup liar di hutan ladang atau tempat lain yang tanahnya tidak lembab. Karena baru tahu namanya dari buku, gak heran kan bila saya tak pernah secara sadar menggunakan bumbu ini? Jika ilmu memasak diturunkan ibu kepada anak gadisnya, seingat saya, ibu pun belum pernah menggunakan kemukus untuk bumbu masak. 

Kemukus termasuk jenis tanaman yang mudah dikembangkan. Budidayanya dilakukan dengan biji maupun stek. Biji diambil dari sulur atau pucuk tanaman yang masih muda dan bercabang. sedangkan stek diambil dari sulur atau pucuk tanaman sepanjang 1 sampai satu setengah meter dan langsung ditancapkan. tidak membutuhkan persyaratan yang sulit dan dapat tumbuh di dataran rendah sampai ketinggian 80 m DPL.

Baca juga Bottle Gula Aren Cair Organik

Kemukus tumbuh merambat atau memanjat dengan akar pelekat nya. Batang berbuku-buku itu bisa mencapai 15 meter. Dari tiap buku batang tumbuh daun yang mirip daun sirih berbentuk bulat telur dengan ujung runcing dan berwarna hijau tua.

Pada pangkal buku juga dapat tumbuh tunas cabang dan bunga. bunga kemukus disebut juga merupakan bunga berbentuk bulir yang tumbuh berhadapan dengan daun yang muncul pada buku daerah pucuk batang.

Bunga tersebut tumbuh menjadi buah buni berwarna coklat atau hitam berbentuk bulat. Ujung buah berbentuk memanjang seperti ekor sehingga tanaman ini juga dikenal dengan nama lada berekor atau merica berekor.

Jadi Digunakan Dalam Masakan Apa Saja Biji Kemukus Ini?

Kabar buruk bagi saya. Setelah minta bantuan Oom Gooogle tidak bertemu satu pun resep masakan Indonesia di mana Kemukus salah satu bumbunya. Hanya ketemu CUBEB PEPPER CRISPY EGGS RECIPE. Resep Telur Renyah dibumbui Kemukus dan dirancang oleh Gourmet Glow.

Namun dari artikel Prof Murdijati lainnya dikatakan bahwa buah kemukus banyak dimanfaatkan sebagai campuran jamu tradisional. Rempah ini juga dapat dicampur kan sebagai bumbu untuk masakan daging sapi atau ikan.

Kemukus sepertinya berfungsi mirip lada, memberikan rasa pedas sekaligus mengurangi aroma anyir pada masakan. Cara penggunaannya dapat disangrai dan dihaluskan dengan bumbu lain atau langsung dimasukkan ke dalam masakan.

Buah tanaman kemukus mengandung minyak atsiri 10% yang tersusun atas monoterpen, keren, dan lain-lain Senyawa-senyawa seskuiterpen inilah yang memberi karakter rasa pada Kemukus.