Dari Tangerang untuk Indonesia – Bisnis Gula Aren Organik

Categories: Bisnis dan Marketing|Komentar Dinonaktifkan pada Dari Tangerang untuk Indonesia – Bisnis Gula Aren Organik|
Arenga gula aren organik dari tangerang untuk indonesia

Dari Tangerang untuk Indonesia. Di bawah adalah adalah pembahasan tentang bisnis gula aren organik Arenga oleh Harian Kontan. Kami bertemu di Pameran Agrinex dan diwawancarai karena dianggap salah satu contoh dari upaya memperkenalkan produk lokal yang berkualitas tinggi kepada masyarakat.

Bisnis Arenga memang menghasilkan gula aren organik, diproduksi dari pohon aren yang ditanam secara organik tanpa penggunaan pestisida atau bahan kimia berbahaya. Selain itu, bisnis ini juga mempekerjakan masyarakat lokal dalam proses produksinya, sehingga dapat memberikan manfaat ekonomi dan sosial bagi komunitas sekitar.

Dalam mengembangkan bisnis gula aren organik, terdapat berbagai tantangan yang harus dihadapi seperti persaingan dengan produk sejenis yang sudah lebih dulu terkenal, masalah dalam produksi karena keterbatasan jumlah pohon aren organik yang tersedia, serta penyebaran informasi mengenai manfaat dan keunggulan gula aren organik kepada masyarakat yang masih kurang.

Namun, dengan semangat untuk mempromosikan produk lokal yang sehat dan berkualitas tinggi, Arenga gula aren organik terus berupaya untuk memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan kualitas produknya.

Diharapkan, dengan adanya promosi seperti ini, masyarakat dapat lebih memahami dan mengapresiasi produk lokal yang dihasilkan secara organik dan berkontribusi dalam mendukung pertumbuhan ekonomi di Tangerang serta di seluruh Indonesia.

Demikian lah kira-kira yang ingin diungkap oleh Harian Kontan. Silahkan baca di bawah ya teman-teman.

Arenga: Dari Tangerang Untuk Indonesia

Dari Tangerang untuk Indonesia. Bisnis Arenga gula aren organik
Dari Tangerang untuk Indonesia. Bisnis Arenga gula aren organik

JAKARTA. Gula semut alias gula aren memang belum sepopuler gula pasir. Tapi, potensi bisnis gula aren ini tak kalah dengan gula pasir. Meski harganya agak mahal, toh tetap banyak masyarakat melirik gula dari pohon aren ini.

Apalagi mengkonsumsi gula aren merupakan bagian gaya hidup sehat. Sebab, gula semut dipercaya tidak mengandung bahan kimia. Di hotel-hotel berbintang, gula semut disodorkan sebagai salah satu alternatif pemanis minuman kopi atau teh.

Peluang industri gula semut semakin besar setelah beberapa industri makanan dan minuman, khususnya industri roti, mulai meminati jenis pemanis ini. Selain untuk memenuhi kebutuhan industri lokal, beberapa perusahaan dari luar negeri juga butuh pasokan dalam jumlah besar.

Sayangnya, pasokan gula semut ini tidak stabil. Gula jenis ini juga sempat diguncang isu formalin. Makanya, yang diserap industri umumnya adalah gula semut organik yang telah bersertifikat pangan organik. Misalnya, gula semut merek Diva’s, olahan CV Diva Maju Bersama.

Evi Indrawanto mendirikan usaha ini sejak tiga tahun lalu. Kini, Evi meraup omzet hingga Rp 50 juta per bulan dari usaha ini. Omzet ini masih kecil dibanding pendapatan tahun lalu yang pernah mencapai Rp 100 juta per bulan. “Pasaran memang sedang sepi. Tetapi, permintaan jalan terus,” kata ibu berusia 44 tahun ini.

Kiprah Ibu Rumah Tangga

Awalnya, Evi adalah seorang ibu rumah tangga biasa. Perkenalannya dengan bisnis gula semut berasal dari sang suami. “Waktu itu, suami saya memberikan informasi peluang bisnis sebagai pemasok gula semut,” ujarnya.Evi yang memang berminat berbisnis lantas menyambar kesempatan yang ditawarkan suaminya itu. Dia mulai merintis usahanya dengan men-cari pasokan gula aren. Dengan gigih, ia mendekati petani gula aren di Garut, Cianjur, dan Banten.

Selain pasar lokal, pasar ekspor juga membutuhkan gula semut.

Dalam waktu singkat, Evi berhasil mengumpulkan 400 petari gula aren setengah jadi yang mau memasok kepadanya. Selanjutnya, Evi mulai mendirikan pabrik pengolahan gula aren dengan modal Rp 200 juta di Serpong, Tangerang.

Kapasitas produksi di pabrik pengolahan gula aren milik Evi mencapai 75 ton per bulan. Namun, karena kondisi krisis, saat ini, produksi Evi hanya 10 ton per bulan. Evi menjual produknya seharga Rp 10.000 per kilogram (kg). Dari harga tersebut, hanya mendapat keuntungan Rp 2.000 per kg. “Saya membeli dari petani seharga Rp 8.000 per kg,” tuturnya.

Evi juga menjual gula semut dalam kemasan saset ukuran 225 gram, yang bisa untuk enam kali minum. Harganya Rp 7.500 per saset. Dari harga itu, ia mengambil marjin 30%.

Evi banyak mengandalkan pameran dalam memasarkan produknya. “Sebab, lebih tepat sasaran. Kalau melalui internet, malah tidak banyak terjual,” ujar ibu dua anak ini….( ) #Aprilia Ika

Harian Kontan, 11 Maret 2009
Manisnya Laba dari Bisnis Gula Sehat

Share artikel ini

Artikel Terbaru

  • Sejarah kopi susu dengan rasanya yang menaklukan dunia

    Sejarah Kopi Susu : Perpaduan Rasa yang Menaklukkan Dunia

  • Mengapa aroma gula aren organik itu wangi

    Mengapa Aroma Gula Aren Organik itu Wangi? Ini Penjelasannya!

  • Kenali gula aren asli dan palsu

    Kenali Gula Aren Asli: Ciri-ciri dan Cara Membedakannya

  • Memasak dengan mengukus agar lebih sehat

    Mengapa Memasak dengan Mengukus Dianggap Lebih Sehat?

  • Kuliner Indonesia yang diadopsi dari kuliner Belanda

    Makanan Indonesia yang Diadopsi Dari Makanan Belanda

Arenga Customer Care

Untuk pertanyaan, kritik, dan saran seputar produk Arenga, silakan hubungi kami di nomor WhatsApp berikut ini:

0819 3241 8190

Artikel Terpopuler

  • 10 Hal Terbaik Tentang Palm Sugar

    10 Fakta Tentang Palm Sugar

  • agar-agar santan gula aren

    Agar-Agar Santan Gula Aren

  • Resep Es Kopi Susu Gula Aren ala Arenga

  • Cerita elok dari kampung

    Cerita Elok Dari Kampung Aren

  • Resep iga bakar gula aren Arenga

    Resep Iga Bakar Gula Aren Arenga

  • Cara menikmati sayuran hijau mentah

    Cara Menikmati Sayuran Hijau Mentah, Resep Pina Colada Smoothie

  • 5 resep masakan enak slow cooker bubur manado

    5 Resep Masakan Enak Slow Cooker

  • Cara membuat teh mawar

    Cara Membuat Teh Mawar