Jejak Emas Pohon Aren: Dari Prasasti Kuno Hingga Pajak Kerajaan yang Terlupakan

Key Takeaways
- Sobat Arenga menikmati kopi gula aren yang kaya sejarah sebagai warisan ribuan tahun.
- Pohon aren (Arenga pinnata) berfungsi penting sebagai pemanis dan bahan ritual di era Majapahit dan Mataram Kuno.
- Aren pernah dikenakan pajak, menunjukkan nilai ekonominya yang tinggi dalam masyarakat Jawa Kuno.
- Mengkonsumsi gula aren adalah cara merawat warisan budaya dan menjaga kelestarian pohon aren.
- Gula aren tersedia dalam bentuk bubuk dan cair, masing-masing memiliki sebutan khusus.
Sobat Arenga, pernahkah terbayang saat menikmati manisnya kopi gula aren, bahwa rasa manis ini adalah warisan ribuan tahun?
Pohon aren (Arenga pinnata) bukan sekadar tanaman perkebunan biasa.
Ia adalah saksi bisu peradaban Nusantara.
Jauh sebelum kita mengenal gula pasir, nenek moyang kita sudah menggantungkan hidup pada “Emas Hitam” ini.
Mari kita telusuri sejarah manis yang jarang diceritakan ini.
Manisnya Aren di Masa Kerajaan Majapahit dan Mataram Kuno
Gula aren sudah menjadi primadona sejak zaman kerajaan Hindu-Buddha di Jawa.
Bukan hanya sekadar cerita turun-temurun, keberadaan aren tercatat abadi dalam batu tulis atau prasasti.
Para arkeolog menemukan jejak aren dalam Prasasti Taji (901 M) dan Prasasti Rukam (907 M) dari era Mataram Kuno.
Di masa itu, pohon aren memiliki dua fungsi vital:
-
Sebagai Pemanis: Nira diolah menjadi gula (disebut juruh atau gula kelapa/aren) untuk kebutuhan dapur istana dan rakyat.
-
Sebagai Minuman Ritual: Nira difermentasi menjadi Tuak. Jangan salah sangka, di masa lalu, tuak adalah bagian penting dari upacara penetapan Sima (tanah bebas pajak).
Sobat Arenga bisa membayangkan, betapa pentingnya posisi pohon ini.
Ia hadir dalam perayaan suci dan menjadi pelengkap hidangan para raja.
Pohon Aren Pernah Dikenakan Pajak? Ini Faktanya
Ini adalah fakta sejarah yang sering luput dari perhatian.
Saking bernilainya, pohon aren dan hasil olahannya dianggap sebagai komoditas ekonomi tinggi.
Dalam sistem ekonomi Jawa Kuno, ada kelompok profesi yang disebut mangilala drbyahaji (para pemungut pajak untuk raja).
Para penderes nira atau pembuat gula termasuk dalam kelompok pengrajin yang produktif.
Biasanya, rakyat wajib menyetor upeti atau pajak dari hasil bumi mereka.
Namun, ada pengecualian istimewa.
Dalam beberapa prasasti penetapan Sima, Raja sering memberikan anugerah “bebas pajak” kepada desa tertentu.
Salah satu poinnya adalah pembebasan pajak bagi pembuat gula aren.
Artinya apa?
Artinya, di luar wilayah Sima tersebut, petani aren dan pembuat gula dikenakan pajak karena produk mereka dianggap “barang mewah” atau sangat laku di pasaran kuno.
Nilai ekonomi aren terus berlanjut hingga masa Kolonial Belanda.
Pohon aren menjadi aset berharga yang nilai sewanya bisa sangat tinggi di masa krisis, membuktikan bahwa aren adalah penyangga ekonomi rakyat yang tangguh.
Mengapa Sobat Arenga Harus Bangga?
Mengkonsumsi gula aren bukan sekadar pilihan gaya hidup sehat.
Ini adalah bentuk merawat warisan budaya.
Saat Sobat Arenga memilih produk Arenga Indonesia, Sobat turut menjaga kelestarian pohon yang pernah dimuliakan oleh raja-raja Nusantara.
Aren adalah simbol kemandirian pangan bangsa kita sejak abad ke-9.
Ia tumbuh liar, menjaga ekosistem hutan, menahan erosi, dan memberikan rasa manis tanpa merusak alam.
Jadi, sudahkah Sobat Arenga menikmati warisan sejarah hari ini?
Arenga gula aren tersedia dalam dua bentuk dan kemasan berbeda. Gula aren bubuk dan gula aren cair.
Untuk bubuk sering juga disebut sebagai gula semut. Atau kalau diperpanjang mengikuti bahan pembuatnya, nira enau (arenga pinnata), jadi gula semut aren.
Sementara yang cair bisa disebut Arenga palm sugar syrup atau sirup gula aren.
Baca juga:
Share artikel ini
Artikel Terbaru

Gula Aren vs Lonjakan Insulin – Solusi Manis Diet Rendah GI untuk Pre-Diabetik

Resep Kue Kering Cokelat Madu Kenari: Renyah, Nyoklat, dan Lumer di Mulut

Aroma Kopi Nendang! Resep Arabica Cookies Renyah dengan Sentuhan Palm Sugar yang Mewah

Menembus Kabut Halimun: Menemukan “Emas Hitam” di Hutan Larangan

Rekomendasi Brand Palm Sugar Terbaik: 5 Standar Kualitas yang Wajib Diketahui Coffee Shop dan Bakery
Artikel Terpopuler

Cara Menikmati Sayuran Hijau Mentah, Resep Pina Colada Smoothie
Resep Teh Dari Bunga-Bungaan – Dari Lemon Verbena Sampai Rosemary

Pancake Pisang Gula Aren

Resep Es Kopi Susu Gula Aren ala Arenga

Kemukus Bumbu Masakan Sejak Zaman Kuno dan Manfaat Herbal
Belimbing Manis Enak Banyak Manfaat

Manfaat Asam Jawa Untuk Kesehatan

Resep Jamu Beras Kencur Ala Mbok Jamu, Enak dan Berkhasiat


