Resep Wajik Kletik Gula Aren Bungkus Kulit Jagung (Klobot)

Key Takeaways
- Wajik Kletik adalah kudapan legendaris dari Blitar, menggunakan Arenga Gula Aren dalam kemasan kulit jagung.
- Kulit jagung memberikan aroma khas, menjaga kesegaran, dan ramah lingkungan sebagai kemasan biodegradable.
- Resep wajik gampang untuk dicoba di rumah, menggunakan ketan, santan, dan gula aren.
- Tips untuk hasil terbaik mencakup pemilihan kulit jagung kering dan memastikan santan matang dengan baik.
- Wajik bungkus kulit jagung bisa disimpan 3-4 hari di suhu ruang tanpa cepat basi.
Sobat Arenga, siapa yang tidak rindu dengan jajanan tradisional satu ini? Wajik Kletik atau sering juga disebut Wajik Ketan adalah kudapan legendaris, khususnya dari daerah Blitar, Jawa Timur. Teksturnya yang legit, manis, dan gurih selalu sukses membangkitkan nostalgia.
Yang membuat resep ini spesial adalah penggunaan Arenga Gula Aren murni dan kemasan uniknya: kulit jagung alias klobot. Selain estetis, ada alasan khusus mengapa klobot digunakan. Yuk, simak ulasannya sebelum masuk ke dapur!
Keunikan Bungkus Klobot
Mengapa kulit jagung (klobot) sering dipakai untuk membungkus wajik atau dodol?
- Aroma Khas: Klobot kering memberikan aroma alami yang sedap saat bersentuhan dengan wajik hangat.
- Pengawet Alami: Sirkulasi udara pada serat kulit jagung membantu kue tidak cepat basi dibandingkan plastik.
- Ramah Lingkungan: Ini adalah kemasan biodegradable yang jauh lebih baik untuk bumi kita.
Resep Wajik Ketan Gula Aren
Resep ini sudah teruji di dapur Arenga. Perpaduan ketan dan gula aren menghasilkan rasa legit yang pas untuk teman minum teh.
Bahan Utama
- 250 gram ketan putih
- 250 ml santan
- 200 gram Arenga Gula Aren (sesuaikan manisnya dengan selera)
- 100 gram kelapa setengah tua (parut lalu kukus)
- 1/4 sdt garam
- Kulit jagung kering secukupnya (untuk pembungkus)
Cara Membuat
- Siapkan Ketan: Rendam beras ketan dalam air selama 3-4 jam. Tiriskan.
- Rebus Ketan: Masak ketan dengan sedikit air dalam panci. Aduk terus hingga ketan empuk dan matang. Sisihkan.
- Buat Adonan Gula: Rebus santan bersama Arenga Gula Aren, daun pandan, kelapa parut, dan garam. Masak hingga campuran mengental dan berminyak.
- Campur Bahan: Masukkan ketan yang sudah dimasak ke dalam adonan gula. Aduk perlahan dengan api kecil. Pastikan semua bahan tercampur rata dan adonan menjadi liat/kalis.
- Dinginkan: Angkat adonan dan biarkan hingga suhu ruang.
- Bentuk Wajik: Ambil adonan, bentuk bulat-bulat kecil seukuran bola pingpong. Gulung kalau mau dibuat lebih panjang
- Bungkus: Ambil selembar kulit jagung kering bersih. Letakkan bola ketan di atasnya. Lipat dan tekan perlahan hingga wajik terbungkus rapat dan rapi.
Tips Anti Gagal
Agar Wajik Kletik buatan Sobat Arenga hasilnya sempurna, perhatikan hal berikut:
- Pilih Klobot: Gunakan kulit jagung yang sudah benar-benar kering agar tidak mudah sobek dan lebih awet.
- Teknik Bungkus: Jika kulit jagung terlalu kaku, rendam sebentar di air hangat agar lentur, lalu lap kering sebelum dipakai.
- Konsistensi Santan: Masak campuran santan dan gula hingga benar-benar berminyak sebelum memasukkan ketan. Ini kunci agar wajik awet dan tidak cepat basi.
- Pilih Kelapa: Pastikan kelapa parut dikukus dulu dan pilih yang setengah tua agar tekstur “kletik”-nya terasa gurih, bukan keras.
Selamat mencoba di rumah, Sobat Arenga! Jangan lupa stok Arenga Gula Aren untuk hasil warna cokelat yang cantik dan rasa manis yang legit.
FAQ: Kupas Tuntas – Rahasia Wajik Kletik Sempurna
Biasanya karena gula dimasak terlalu lama hingga menjadi karamel kaku. Atau, ketan kurang tanak saat dikukus. Gunakan api kecil saat mengaduk ketan dan gula agar meresap perlahan.
Wajik biasa teksturnya lembut dan pulen. Wajik Kletik punya sensasi “kletik-kletik” saat digigit. Ini karena butiran ketannya lebih terasa dan ada campuran kelapa parut yang memberikan tekstur unik.
Di suhu ruang, wajik ini tahan 3-4 hari. Bungkus klobot atau kulit jagung punya pori-pori alami. Ini membuat wajik bisa “bernapas” dan tidak cepat basi atau berjamur dibanding bungkus plastik.
Bisa, Sobat Arenga. Gunakan kertas minyak atau daun pisang. Namun, aroma khas “ndeso” dari kulit jagung kering tidak akan didapatkan. Estetikanya pun jadi berbeda.
Gula aren asli, seperti Arenga, memberikan warna cokelat pekat yang cantik dan aroma smoky yang khas. Gula palsu atau campuran seringkali membuat rasa wajik jadi “giung” (terlalu manis menyengat) dan warnanya pucat.
Baca juga:
Share artikel ini
Artikel Terbaru

Gula Aren Cair: Panduan Terlengkap untuk Bisnis, Barista, dan Dapur Rumahan

Gula Aren vs Lonjakan Insulin – Solusi Manis Diet Rendah GI untuk Pre-Diabetik

Resep Kue Kering Cokelat Madu Kenari: Renyah, Nyoklat, dan Lumer di Mulut

Aroma Kopi Nendang! Resep Arabica Cookies Renyah dengan Sentuhan Palm Sugar yang Mewah

Menembus Kabut Halimun: Menemukan “Emas Hitam” di Hutan Larangan
Artikel Terpopuler

Rahasia Aroma Pemikat Pelanggan: Mengapa Gula Aren Cair Pandan Adalah Aset Bisnis Sobat Arenga

Resep Teh Bunga-Bungaan: Manfaat Ilmiah dari Lemon Verbena hingga Rosemary

Jejak Emas Pohon Aren: Dari Prasasti Kuno Hingga Pajak Kerajaan yang Terlupakan

ARENGA Gula Aren Cair Pandan dan Susu Almond

Tumis Udang Arenga Gula Aren Cair

Gula Aren Arenga Sebagai Bumbu Masak
Mie Tiau Apollo dan Mie Tiaw Polo, Bersaing atau Saling Mendukung?

Beda Gula Aren dan Gula Kelapa – Arenga Sugar vs Coconut Sugar


