Semangkuk Soto Untuk Sahabat Arenga – Banyak jenis soto di Indonesia. Tak berlebihan bila dikatakan hampir tiap  suku yang mendiami pulau-pulau Nusantara mempunyai resep soto sendiri.Bedanya mungkin ada yang terkenal dan dijual secara besar-besaran seperti Soto Kudus, dan ada pula yang hanya di kenal oleh anggota suku itu sendiri. Seperti Kalaiko yang dibuat dari ubi jalar yang saya temukan sewaktu jalan-jalan ke Lembah Bada di Poso.

Semangkuk Soto untuk Sahabat Arenga

Semangkuk Soto untuk Sahabat Arenga

Kuah soto ada yang menggunakan santan dan ada pula kaldu bening. Isinya ada yang menggunakan daging sapi, daging kambing, dan daging ayam. Mereka bersatu dalam potongan-potongan kecil yang dimeriahkan  aneka sayuran,  mie, bihun, ubi, risoles, kacang dan masih banyak lagi. Tergantung kreativitas, lokasi pembuat, dan ketersediaan bahan.

Baca juga Resep Dendeng Ragi Istimewa

Kelahiran Semangkuk Soto

Dulu saya pernah berpikir bahwa kelahiran semangkuk soto datanglah nenek moyang kita yang ingin berhemat dalam pemakaian daging. Coba perhatikan Soto Kuning Bogor hanya menggunakan seuprit daging ayam.  Setelah disuwir kemudian dicampur dengan tulangnya. Agar bisa memenuhi satu mangkok ditambahkan, sayur kol, toge, seledri, dan tomat. Nyam saat dihidangkan hangat-hangat kamu pun sampai berkeringat memakannya.

Baca di sini Filosofi Semangkuk Soto

Saya pernah berkelakar pada ibu bahwa di masa lalu nenek moyang kita banyak yang susah. Maklum  350 tahun dijajah dan marjinalkan bangsa Eropa. Disamping masyarakat Indonesia masa lalu banyak hidup berkomunitas. Mereka berkumpul dalam rumah besar mulai dari nenek sampai piyut.

Untuk memenuhi pangan seisi rumah tentunya ada kesulitan. Jika memberi tiap orang 1 potong ayam, walaupun satu ekornya sudah dipotong 12, hampir tidak mungkin. Jadi agar semua orang ke bagian, daging ayam di rebus, disuwir, diberi sayuran, tambahkan air yang banyak, jadilah semangkok soto yang meriah.

Nikmati Semangkuk Soto di Mana Saja Sahabat Arenga

Coto Kondro - Soto Makassar

Coto Kondro – Soto Makassar

Soto tidak mengenal kelas sosial. Bila steak daging  umumnya identik dengan makanan orang kaya, ikan asin identik dengan orang miskin, soto tak ribu-ribu bisa masuk ke dalam dua kelas.

Tapi sebenarnya soto juga tidak lepas dari ikatan kelas sosial. Identifikasikan saja kelas atas, menengah atau bawah melalui  tempat menikmatinya. Apakah di restoran bagus, resto sedang, warung, ataupun gerobak kaki lima di tepi jalan.

Peribahasa mengatakan ada tempat, ada rupa, ada harga. Dan semangkuk soto juga bisa diidentifikasi kan lewat harga. Semakin bagus tempat untuk menikmati tentunya harga juga mengikuti. Lalu soto tak hanya bermain di rasa tapi juga gengsi.

Bermacam Soto Nusantara

Kalaiko sop ubi jalar dari Lembah Bada Sulawesi Tengah

Kalaiko sop ubi jalar dari Lembah Bada Sulawesi Tengah

Dari riset kecil-kecilan di internet ada yang mengatakan Soto Nusantara tak kurang dari 14 jenis. Mulai dari Medan, Padang, Betawi ,Bogor, Bandung, Tasik, Madura, Kudus, Lamongan, Banjar, makassar, Jogja, Pekalongan,  sampai Semarang mempunyai resep soto masing-masing.

Menurut ahlinya ada perbedaan antara sop dengan soto. Beda karena isi dan cara memasaknya. Tapi bagi saya yang hanya tahu makan,  antara sop dan soto hampir tak ada beda. Kalau yang mau bersikeras untuk membedakan ya silahkan saja.

Baca juga Kemukus Bumbu Masakan Sejak Zaman Kuno

Bagi saya sop ubi rasanya soto ubi. Misalnya Kalaiko,  masakan khas yang saya temukan di Lembah Bada, ya mirip juga dengan soto. Berkuah bening dan agak kental karena ubi jalar sebagai konten utama, selain diiris juga dilumat dalam kuah. ” Sop itu mah!” Kata teman saya. “Silahkan saja membantah kalau menurut saya itu soto” Jawab saya gak mau kalah.

Makassar selain terkenal dengan coto-nya tak ketinggalan soto ubi. Terkenalnya sih sebagai sop ubi tapi saya perhatikan yah soto juga. Sama-sama berkuah bening, gurih dan banjir kuah.

Baca juga Cara Menikmati Sayuran Hijau Mentah

Kalau diperhatikan satu persatu setiap soto memang punya keunikan masing-masing. Baik karena fakto  isi, cara memasak, maupun warna kuahnya. Kuah dari santan ada yang kental ada juga yang encer. Seperti Soto Medan terkenal dengan kuah santan yang kental disamping rempahnya yang tebal.

Selain santan, soto bening yang paling saya sukai adalah Soto Padang. Dagingnya lebih hemat lagi dibanding Soto Bogor. Daging sapi digoreng garing lalu dipotong halus.  Saat mengunyah terasa kriuk-kriuk lalu pecah rasa gurih yang dibawa seluruh syaraf lidah ke otak saya sebagai makanan enak.

Seperti Bhinneka tunggal Ika,  walaupun macam-macam resep soto di Indonesia, mereka disatukan oleh konten yang bervariasi,  kuah yang berlimpah,  dan rasa gurih yang tak terlupakan.

Sahabat Arenga  yang punya resep soto favorit apa?