Xylitol, Pemanis Alternatif Pengganti Sukrosa

Categories: Referensi Arenga Indonesia|Komentar Dinonaktifkan pada Xylitol, Pemanis Alternatif Pengganti Sukrosa|
Xylitol, Pemanis Alternatif Pengganti Sukrosa

ARENGAINDONESIA.COM – Xylitol adalah jenis gula alkohol yang digunakan sebagai pemanis buatan dalam berbagai produk makanan dan minuman. Xylitol biasanya dihasilkan dari kayu manis, jagung, jeruk nipis, atau serat jagung. Rasanya manis hampir sama dengan gula, tetapi dengan kalori yang lebih rendah dan indeks glikemik yang lebih rendah.

Itu lah mengapa Xylitol digadang-gadang sebagai pemanis alternatif pengganti sukrosa. Menurut beberapa artikel yang beredar di internet zat ini memiliki beberapa manfaat kesehatan, seperti mencegah kerusakan gigi, mengurangi risiko diabetes, dan meningkatkan kesehatan tulang.

Lebih Dekat Dengan Xylitol Alternatif Pemanis Pengganti Sukrosa

Selain mengandung banyak polifenol antioksidan, berbagai macam buah berakhiran “berry”, terutama raspberry, ternyata mengandung xylitol.

Jadi apa sebenarnya xylitol itu? Xylitol adalah gula alkohol dengan rumus umum C5H12O5 sering disebut juga sebagai gula kayu atau birch suga. Di negara luar gula ini banyak digunakan sebagai pengganti gula tebu.

Satu sendok teh xylitol mengandung 9,6 kalori. Ini lebih rendah 36 persen dibanding gula biasa yang mencapai 15 kalori. Di samping itu, xylitol tidak memerlukan insulin untuk mengatur metabolismenya sehingga menguntungkan bagi para penderita diabetes.

Xylitol terdapat secara umum pada serat berbagai macam buah-buahan dan sayuran seperti raspberry, strawberry, blueberry, blackberry, plum, jagung, gandum, dan birch.

Dan Xylitol 1,2 kali lebih manis dari sukrosa, tetapi hal ini masih tergantung pada pH larutan. Yang pasti lebih manis dari sorbitol dan manitol, dan memiliki nilai kalori yang rendah.

Sejarah Xylitol

Gula kayu atau Pemanis alternatif pengganti suksrosa  ini pertama kali diesktrak dari tumbuhan birch di Finlandia pada abad 19. Sampai saat ini populer di Eropa sebagai pemanis yang aman bagi penderita diabetes.

Pada akhir abad ke-20, xylitol dalam bentuk granula untuk pertama kalinya diproduksi secara massal di Amerika Serikat dengan merek Ultimate Sweetener dengan mengekstrak tanaman bit di California.

Saat ini, pembuatan xylitol menggunakan jagung sebagai bahan bakunya, yang sebagian besar diimpor dari Cina. Dalam produksi skala besar, dilakukan dengan proses kimiawi dan bioteknologi.

Proses kimiawi dilakukan dengan hidrogenasi xylose menggunakan larutan asam. Sedangkan proses bioteknologi dilakukan menggunakan proses enzimatik dengan bantuan mikroba jenis yeast seperti Candida dan Saccharomyces.

Penggunaan Dalam Industri

Ingin mencoba xylitol? Temukan dalam permen karet. Xylitol sebagai pengganti sukrosa digunakan secara luas di negara asalnya Finlandia.

Hampir semua produk permen karet di Finlandia, sama seperti halnya di Eropa, menggunakan pemanis ini. Gula beralkohol ini disebut sebagai toothfriendly atau boleh kita bilang ramah terhadap kesehatan gigi.

Hasil penelitian terkini bahkan membuktikan bahwa selain rasa yang enak, juga aman bagi kesehatan gigi karena sifatnya tidak merusak gigi.

Penggunaan xylitol secara aktif mampu mempercepat proses pembentukan kembali mineral gigi (remineralisasi). Pemanis ini memicu produksi air liur yang mengandung banyak mineral penting bagi email gigi sehingga akan memperbaiki kondisi lapisan luar gigi tersebut.

Selain itu, juga membantu menurunkan pembentukan karies dan plak pada gigi sehingga banyak digunakan untuk campuran pasta gigi.

Pemanis Pengganti Sukrosa Selain Xylitol

Selain xylitol, pemanis alternatif pengganti suksosa lainnya yang bergizi dan aman untuk dikonsumsi, di antaranya pemanis dari pati-patian (starch sweetener). Starch sweetener adalah pemanis nontebu seperti halnya gula aren. Dalam skala industri kita mengenal high fructose syrup (HFS), fruktosa, glukosa, dan insulin. HFS diperoleh dari pati jagung, gandum, beras, kentang, dan umbi-umbian melalui proses ekstraksi enzimatik dan penggunaan mikroba.

Selain itu, dikenal juga sukralosa, palatinosa, dan palatinit. Sukralosa dihasilkan melalui proses klorinasi sukrosa. Pemanis alternatif pengganti sukrosa  ini mempunyai tingkat kemanisan yang sangat tinggi terhadap sukrosa yaitu 550-750 kali, memiliki kalori yang sangat rendah, yaitu sekitar 2 kalori per satu sendok teh, sedangkan palatinosa merupakan turunan sukrosa sebagai hasil proses enzimatis.

Palatinosa mempunyai kemanisan lebih rendah yaitu 0,42 kalinya sukrosa, tetapi mempunyai keuntungan yaitu tidak merusak gigi dan kandungan kalorinya sekitar 4 kkal/gram. Dan palatinit merupakan campuran dari 6-O-(x-D-glukopiranosil)-D-manitol dan 6-O-(x-D-glukopiranosil)-D-sorbitol dan diproduksi melalui tiga tahap yaitu hidrogenasi palatinosa, pemurnian, dan rekristalisasi. ***

Dadang Gusyana, S.Si.Alumnus Biologi, Universitas Padjadjaran, Bandung.Information Officers, Indonesian Biotechnology Information Centre (Indo BIC).

Baca juga : 4 Resep Masakan Ayam Berkuah Tanpa Santan


Irna Safira Inayah, S.SiAlumnus Kimia, Universitas Padjadjaran, Bandung.Staf Laboratorium Kimia, Sekolah Tinggi Farmasi Indonesia (STFI), Bandung. ***

SUMBER :www.pikiran-rakyat.com/cetak/2007/072007/05/cakrawala/lainnya05.htm

Share artikel ini

Artikel Terbaru

  • Foto studio yang estetis di atas meja kayu pedesaan. Di tengah adalah gelas tinggi berisi frappe moka kentang ungu berlapis dengan krim kocok kaya, gerimis sirup cokelat, taburan kakao, dan keripik kentang ungu renyah sebagai hiasan. Di latar belakang, terdapat kentang ungu utuh dan belah, serta mangkuk kecil berisi gula aren blok dan sebotol kecil Arenga Gula Aren Cair di sebelah kiri.

    Moka Kentang Gula Aren: Rahasia Dessert Sehat yang Bikin Mertua Auto Senyum!

  • Semangkuk nutty granola berisi campuran oat utuh, kacang almond, biji labu, dan pecan di atas meja kayu dapur, disajikan secara estetik berdampingan dengan sebotol Arenga gula aren cair organik dan sendok kayu.

    Nutty Granola Palm Sugar, Resep Sarapan Sehat Anti-Bosan yang Bikin Semangat Pagi Meledak

  • Sajian Resep Dessert Sehat: Greek Yogurt Beri Segar Penggugah Selera di dalam mangkuk keramik dengan taburan buah blueberry dan stroberi, disiram perlahan menggunakan gula aren cair dari atas sendok, berlatar belakang botol Arenga Organic Liquid Palm Sugar dan kepingan gula aren di atas alas anyaman.

    Resep Dessert Sehat: Greek Yogurt Beri Segar Penggugah Selera

  • Segelas resep smoothie strawberry rosela yang menyegarkan dengan lelehan gula aren cair Arenga di dinding gelas, disajikan berdampingan dengan botol Arenga Organic Liquid Palm Sugar dan stroberi segar sebagai minuman tropis penjaga awet muda

    Resep Smoothie Strawberry Rosela, Tegukan Puisi Tropis Pengusir Haus dan Penjaga Awet Muda

  • Foto produk yang menampilkan berbagai kemasan Gula Aren Cair Organik dan Versi Bubuk Arenga Indonesia, termasuk jerigen, botol, dan pouch bubuk, di atas tikar pandan tenun, dengan logo Arenga transparan. Ilustrasi visual untuk artikel: "Mana yang Lebih Bagus untuk Baking: Gula Aren Cair Organik atau Versi Bubuk?

    Mana yang Lebih Bagus untuk Baking: Gula Aren Cair Organik atau Versi Bubuk?

Arenga Customer Care

Untuk pertanyaan, kritik, dan saran seputar produk Arenga, silakan hubungi kami di nomor WhatsApp berikut ini:

0819 3241 8190

Artikel Terpopuler

  • Daun-padan-dalam-Arenga-Liquid-Palm-Sugar

    Rahasia Aroma Pemikat Pelanggan: Mengapa Gula Aren Cair Pandan Adalah Aset Bisnis Sobat Arenga

  • Resep-teh-bunga-bungaan

    Resep Teh Bunga-Bungaan: Manfaat Ilmiah dari Lemon Verbena hingga Rosemary

  • Arenga Indonesia di Kalimantan Selatan, Laris Manis di Kalsel Expo Hingga Masuk Radio

  • Sejarah pohon aren nusantara

    Jejak Emas Pohon Aren: Dari Prasasti Kuno Hingga Pajak Kerajaan yang Terlupakan

  • Arenga Gula Aren Cair Pandan Untuk Susu Almond

    ARENGA Gula Aren Cair Pandan dan Susu Almond

  • Resep Tumis Udang Arenga Gula Aren Cair organik

    Tumis Udang Arenga Gula Aren Cair

  • Gula Aren Arenga Sebagai Bumbu Masak

    Gula Aren Arenga Sebagai Bumbu Masak

  • Mie Tiau Apollo dan Mie Tiaw Polo, Bersaing atau Saling Mendukung?