Benarkah Kopi Bisa Menyembuhkan?
Benarkah kopi bisa menyembuhkan? Pertanyaan yang selalu muncul setiap kali saya membaca tentang manfaat kopi. Selain, tetu saja, memberi tendangan kafein yang membuat kita bertenaga dan penuh semangat. Itu sudah terbukti.
Banyak yang percaya bahwa kopi punya kekuatan penyembuhan. Setiaknya kopi punya antioksidan. Ini adalah enzim yang bekerja baik di dalam tubuh maupun di luar tubuh kita. Membantu mencegah penuaan dan penyakit.
Kisah Penemuan Kopi di Ethiopia
Kopi ditemukan penggembala kambing Ethiopia. Ketika secara tak sengaja kambingnya memakan buah berry yang bikin semangat, sang pengembala pun ikut mencoba. Hasilnya adalah sejarah euforia kafein seperti yang kita rasakan sekarang.
Nah sejak tarian gembala dan kambingnya berabad yang lalu itu, kopi telah membuktikan nilainya dalam merangsang tubuh dan pikiran kita. Namun, pada abad ke-20, kopi mendapat label baru dengan gagasan “penyembuh”.
Bagi sebagian orang masih sulit mempercayai bahwa kopi bisa dimasukan sebagai makanan kesehatan. Walau di seberangnya banyak juga yang menjulukinya sebagai “super food”.
Baca juga: Arenga dan Kopi
Baca juga:
Jadi, Benarkah Kopi Bisa Menyembuhkan?
Kemudian, seperti cokelat hitam, gelombang studi di seluruh dunia mengubah pola pikir para dokter dan ilmuwan. Kopi, minuman yang masih disukai orang, bagus atau buruk, telah ditunjukan banyak penelitian bahwa kopi bekerja lebih dari sekadar cairan penyemangat ketika kantuk datang menyerang.
Terima kasih kepada para peneliti yang berpikir di luar kotak dan di dalam kantong atau kaleng kopi. Dari banyak penelitian itu sekarang kita tahu minuman yang disukai dari segala lapisan sosial ini dapat menurunkan tingkat kematian. Setidaknya ekstraknya sudah banyak dipakai dalam herbal maupun obat-obatan.
Secangkir kopi itu bisa mencegah kanker, jantung penyakit, diabetes tipe 2, dan banyak lagi. Konsensusnya adalah kopi—ya, kopi—bisa baik untuk kesehatan kita sangat tergantung penerimaan tubuh terhadap kafein.
Adalah realita tidak semua orang cocok dengan kafein. Sementara bagi yang cocok, bisa jadi kopi bisa memperbaiki kesehatan.
Mari kita selalu bijak dalam memahami kopi. Yang jelas, apapun kopinya Arenga gula aren cair pemanisnya 🙂
Kontak Arenga by WA Chats +62819-3241-8190
Share artikel ini
10 Comments
Comments are closed.
Aku suka kopi sejak pindah ke Bandung. Eh pas hamil minum kopi tp jd dag dig dug. Kyknya kopi tertentu kurang cocok unt aku.
Saat konsul ke dr jantung, beliau menyarankan kopi hitam, tanpa gula dan susu atau lainnya. Tp mana cocok ak minum kopi hitam aja wkwkwkkw, aku suka kopi plus gula aren dan susu lalu ditambah krim. Mhhh lezat.
Sejatinya tiap orang harus mengetahui secara rinci soal tubuhnya sendiri, mana yang baik dan buruk bagi dirinya sendiri. Oleh karena itu konsumsi yang secukupnya juga jadi penting karena kalau dikonsumsi berlebihan bisa jadi buruk akhirnya
Kopisebagai penyembuh itu, ada syarat khususnya ya, Mamin? Tidak semua kopi yang dijual di pasaran sekarang, seperti kopi sachet kan ya?
Memang udah byak penelitinya kok mba. Masalahnya, aku belum bisa menikmati kopi yang hitam tanpa campuran susu ??. Pernah coba, tapi blm ketelen nih hahahahha. Kadang ngeliat om yg harus selalu ngopi tiap pagi, dengan kopi hitam pahit, langsung bingung kok bisa yaa ?. Apa harus rutin minum, biar lama2 nyandu kah? Tapi pastinya, ga boleh juga kebanyakan minum ini. Segelas – dua gelas udah cukuplah sehari.
Kemarin itu baca, bahkan yang menyukai kopi pakai gula sebenernya juga mendapat manfaat dari efek baik kopi mba. Dan aku lumayan seneng bacanya. Biar gimana kopi hitam tanpa susu aja aku blm bisa, apalagi tanpa gula wkwkwkwkwkwk.
Pengen latihan deh sedikit2 minum kopi hitam dengan gula 1 sdt aja. Kalo beneran pahit, nyerah aku ?
Iya kata dokter kopi bagus untuk kesehatan tapi kopi hitam tanpa gula pasir, bisa kali ya kasih gula aren arenga yang lebih sehat dan organik…
Kopi memang jadi minuman yang digemari hampir diseluruh dunia dengan banyaknya konsumsi sepanjang tahun membuat banyak orang enasaran dan melaukan penelitian dengan segala kandungan dan emanfaatannya. Tapi tetep kalau pake Arenga pasti jadi sedap
Yang terpenting konsumsi secara pas. Tidak berlebihan. Tapi jika dikonsumsi dalam jangka waktu panjang, kopi tetap cenderung positif atau negatif y?
Sudah lama sih informasi ini dan sudah banyak juga yang membuktikan. Itu kalau kopi saja. Masalahnya minum kopi dengan gula putih atau susu kental manis itu yang memikat sekaligus mendatangkan efek kurang baik. Daripada pakai pemanis yang kurang sehat maka pakai gula aren saja kan yah…
Menyoal kopi bagiku memang bisa jadi penyembuh saat pikiran lagi mumet, tp kalau belum makan nasi lalu tetiba minum kopi, suka gemeter. Makanya kudu hati-hati ya