Gula Merah Batok Lokal, Tradisi Pemanis Nusantara

Gula batok merah adalah salah satu jenis gula yang telah menjadi tradisi pemanis di Indonesia sejak zaman dahulu kala. Sejak era Majapahit, gula merah sudah jadi bahan pangan penting dan menjadi komoditas perdagangan yang bernilai tinggi. Bahkan dalam cerita legenda Rorojongrang pemanis yang terbuat dari pohon palem-paleman ini ada pula disingung-singgung.
Gula ini dihasilkan dari getah nira yang diperoleh dari pohon aren, kelapa atau palem lainnya. Proses pengolahan selalu dilakukan secara tradisional. Caranya dengan merebus getah nira sampai kental, dikeringkan menggunakan cetakan batok kelapa atau mirip dengan batok.
Gula batok merah mempunyai rasa yang unik dan khas, yaitu manis dengan sedikit aroma karamel dan sedikit konsistensi lengket. Gula ini juga mengandung banyak nutrisi dan mineral, termasuk vitamin B1, B2, B3, dan kalsium. Sepanjang tanpa menambahkan zat apapun, apa gula merah dipercaya sebagai pemanis alami yang lebih sehat dan bergizi dibandingkan dengan gula putih rafinasi.
Baca juga:
- Cara Membuat Gula Aren
- Beda Gula Aren dan Gula Semut
- Perbedaan Palm Sugar dan Brown Sugar
- Mengenal Peran Gula Aren dalam Proses Pembuatan Eco Enzyme yang Ramah Lingkungan
Gula Merah Batok Bagian Dari Tradisi Nusantara
Saya beri judul tradisi nusantara, karena yang disebut wilayah kepulauan Nusantara di masa lalu saat ini meliputi negara-negara Indonesia, Malaysia, Filipina, Brunei, Singapura, dan Timor Leste. Jadi gula batok merah bukan hanya menjadi pemanis tradisional di Indonesia, namun juga di negara-negara Asia Tenggara seperti Malaysia, Filipina, dan Thailand.
Di Indonesia, pemanis yang disebut berwarna merah tapi coklat ini digunakan dalam berbagai hidangan tradisional. Sebut saja sedikit diantaranya seperti bubur sumsum, klepon, jenang, dan kue apem.
Dalam budaya masyarakat Indonesia, gula merah jadi bagian penting dari dari ritual adat. Coba perhatikan pesta-pesta dalam upacara adat seperti perkawinan, sunatan, bahkan selamatan kematian atau acara adat lainya, pasti ada saja makanan yang dimaniskan dengan gula merah.
Baca juga:
- Gula Aren Cair Organik Jerigen
- Gula Aren Semut Organik Pouch
- Cara Membuat Boba Tea Gula Aren Cair – Bisa Untuk Sendiri atau Bisnis
Manisnya Sebagai Sumber Penghasilan
Gula batok merah juga menjadi salah satu sumber penghasilan bagi para petani di wilayah-wilayah penghasil gula aren seperti di Pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat.
Melalui penggunaan dan produksi gula merah, masyarakat Indonesia turut menjaga kearifan lokal dan melestarikan tradisi pemanis nusantara.
Dalam dunia kuliner dan kesehatan, gula batok merah semakin populer sebagai alternatif pemanis yang lebih sehat dan alami. Oleh karena itu, gula batok merah tidak hanya menjadi warisan budaya, namun juga sumber inspirasi dan inovasi untuk industri makanan dan minuman.
Arenga Indonesia, produsen gula aren, dari Tangerang ke seluruh Indonesia
Baca juga:
Share artikel ini
Artikel Terbaru

Gula Aren Cair: Panduan Terlengkap untuk Bisnis, Barista, dan Dapur Rumahan

Gula Aren vs Lonjakan Insulin – Solusi Manis Diet Rendah GI untuk Pre-Diabetik

Resep Kue Kering Cokelat Madu Kenari: Renyah, Nyoklat, dan Lumer di Mulut

Aroma Kopi Nendang! Resep Arabica Cookies Renyah dengan Sentuhan Palm Sugar yang Mewah

Menembus Kabut Halimun: Menemukan “Emas Hitam” di Hutan Larangan
Artikel Terpopuler

Rahasia Aroma Pemikat Pelanggan: Mengapa Gula Aren Cair Pandan Adalah Aset Bisnis Sobat Arenga

Resep Teh Bunga-Bungaan: Manfaat Ilmiah dari Lemon Verbena hingga Rosemary

Jejak Emas Pohon Aren: Dari Prasasti Kuno Hingga Pajak Kerajaan yang Terlupakan

ARENGA Gula Aren Cair Pandan dan Susu Almond

Tumis Udang Arenga Gula Aren Cair

Gula Aren Arenga Sebagai Bumbu Masak
Mie Tiau Apollo dan Mie Tiaw Polo, Bersaing atau Saling Mendukung?

Beda Gula Aren dan Gula Kelapa – Arenga Sugar vs Coconut Sugar


