Gula Merah dan Bahan Bakunya  – Lidah kita akrab dengan rasa manis. Kita pun lebih menyukai rasa ini ketimbang pahit. Manis diasosiakan dengan gula. Saking istimewanya rasa ini, suatu ketika 1 kilogram harga gula pernah sama dengan harga sebutir permata. Bisa terjadi seperti itu mungkin karena rasa manis sudah masuk dalam peta DNA kita. Bisa dimaklumi gula sebagai pemanis sudah digunakan manusia lebih dari  2000 tahun lalu.  Ia menemani evolusi kita dalam  mengubah rasa dan sifat makanan dan minuman jadi lebih enak. Begitu pun berdasarkan penelitian, detektor rasa manis lebih banyak dibandingkan dengan detektor rasa pahit. 

Gula merah dan bahan bakunya

Gula merah aren cetak

Jadi gula merupakan tipe makanan berasosiasi dengan salah satu rasa dasar yaitu manis. Rasa manis ini terkait dengan kemampuan zat berupa ikatan hidrogen terhadap reseptor berbasis protein pada  pengecap di ujung lidah kita.

Secara umum, berdasarkan bahan pembuatannya terdapat 3 jenis gula yaitu :
1. Gula merah (gula jawa)
2. Gula Tebu
3. Gula Bit

Nah di bawah kita akan membahas gula merah dan bahan bakunya.

Gula Merah dan Bahan Bakunya

Gula merah bubuk

Gula merah bubuk

Istilah gula merah diasosiasikan dengan bahan dasar pembuataannya yaitu nira. Cairan bening dengan rasa manis ini berasal dari bunga pohon dari keluarga palma. Mereka adalah pohon kelapa (cocos nucifera), Aren (arenga Pinnata), Nipah ( Nypa frutican) , dan Siwalan (Borarssus. flabellifer).

Secara umum cara pengambilan cairan sebagai bahan baku gula merah seperti di bawah. Proses yang diterangkan di sini mengikuti standar penyadapan gula merah aren (arenga pinnata) :

  1. Bunga mayang jantan diikat kuat (kadang – kadang dipres dengan 2 batang kayu) pada bagian pangkalnya. Tujuannya agar proses pemekaran bunga menjadi terhambat. Sari makanan yang seharusnya dipakai untuk pemekaran bunga menumpuk menjadi cairan gula. Mayang pun membengkak.
  2. Setelah proses pembengkakan berhenti, meniggur di mulai. Yaitu dengan memuluk-mukul tangkai bunga yang diiring dengan menggoyang-goyangkan. Tujuannya agar pembulu kapiler di dalam pecah dan aliran nira lebih mudah lewat ke penampungan.
  3. Setelah di rasa cukup, tangkai batang mayang diiris menggunakan pisau tajam. Dari sana cairan nira keluar secara bertahap. Cairan akan  ditampung dengan dengan container bambu yang dalam bahasa Sunda disebut “Lodong”.
  4. Lodong yang sudah penuh diambil 2 kali sehari. Cairan ini kemudian dipanaskan dengan api sampai kental.
  5. Setelah benar – benar kental, cairan dituangkan ke cetakan yang bentuknya bervariasi dari daerah ke daerah.
  6. Gula merah siap di pasarkan.

4 Alasan Lebih Sehat Dengan Gula Merah Aren

1.Untuk pemakaian rutin dan jangka panjang pastikan menggunakan gula merah aren organik.

2. Menurut beberapa penelitian dan juga berdasarkan testimoni pengguna Arenga Indonesia Sugar, gula aren  cukup baik dibanding gula yang dibuat dari bahan lain. Sekalipun masih mengandung kalori cukup tinggi namun efek sampingnya tidak begitu buruk pada tubuh.

2.Selain sebagai pemanis, fungsi lain dari gula aren adalah sebagai pewarna. Warna coklat alaminya membuat makanan lebih menarik.

3.Menurut test labaroatorium, selain glukosa, gula merah aren mengandung protein kasar, mineral, dan vitamin.

4. Warna cokelatnya adalah kandungan serat makanan. Tentu saja ini sangat bermanfaat untuk kesehatan pencernaan. Terdapat juga senyawa – senyawa yang berfungsi menghambat penyerapan kolesterol disaluran pencernaan.

Melihat dari gula merah dan bahan bakunya ini semoga teman-teman tidak ragu lagi menggunakanya pemanis tradisional ini.

Baca tentang beberapa kegunaan gula merah aren:

  1. 7 Resep Masakan Telur yang Pasti Disukai Anak-Anak
  2. 4 Resep Minuman Tradisional Menggunakan Gula Aren
  3. Resep Dendeng Ragi Istimewa
  4. Resep Pempek Palembang Anti Gagal