Nasi Kapau Uni Lis di Los Lambuang Bukittinggi

Categories: FOODIE|18 Comments|
Perangkat Nasi Kapau

Kali ini Mamin akan ajak Sobat Arenga jalan-jalan ke Pasa Lambuang Bukittinggi. Menikmati Nasi kapau Uni Lis yang terkenal enak dan selalu bikin kangen. Kita bahas juga beda nasi kapau dan nasi padang nanti. Yang jelas menikmati lauk-pauk di lapak yang tidak jauh dari landmark kota yakni Jam Gadang akan menambah pengalaman yang berkesan

Memang begitu lah. Traveling ke Bukitinggi  ada yang kurang jika tak mampir mampir menikmati aneka makanan khas orang Minang. Ohya Los Lambuang dalam bahasa Padang kurang lebih artinya lapak perut besar.

Pasar khusus kuliner Minangkabau itu terletak di tepi Pasar Lereng. Di lahan yang mengantong dari Bukit Kubangan Kabau  ini berdiri puluhan kios yang spesialisasinya menjual Nasi Kapau dan nasi Padang . Mereka menempati kios-kios segi empat, tak berdinding, bercat biru dengan meja dan bangku-bangku kayu. 

Yang berjualan hampir semuanya ibu-ibu atau amai-amai  dalam bahasa Minangkabau. Jadi gak hanya khusus nasi kapau Uni Lis.

Keriuhan di Pasa Lambuang Bukittinggi

Pangek ikan, Nasi Kapau Uni Lis Bukittinggi
Pangek Ikan. Mantap kan, menutupi seluruh permukaan piring?

Pasa Lambuang berada mudah di temukan. Masuk saja ke Pasar Lereng, pasar yang banyak menjual pakaian dan sepatu bekas. Perhatikan hari pasar Bukittinggi yakni Rabu dan Minggu. Jika tidak ingin terlalu ramai datanglah di luar hari tersebut. Kebetulan Mamin Arenga datang hari Sabtu, jadi pasarnya sangat sibuk.

Melangkah ke dalam kita disambut dengan sapaan-sapaan ramah khas para pedagang. Maklumlah jualan masakan siap santap dengan menu yang sama, citra yang sama dan mungkin juga rasa yang kurang lebih  sama membuka persaingan amat ketat.

” Cari apa Buk? Singgah minum dulu” .

Atau ” Singgalah sabanta (sebentar), Nak”

Bahkan jika Anda adalah lelaki muda akan di panggil Minantu (menantu), “Singgah lah Minantu” 🙂

Asal-Usul Nama Nasi Kapau Uni Lis di Los Lambuang

Pangek ikan bilih atau bilis
Pangek Ikan Bilih ini enak banget dicampur sayur nangka muda

Sudah Makan Nasi Kapau Los Lambuang sekalian lah belajar tentang sejarahnya.

Kapau sendiri berasal dari nama sebuah Kenagarian (kampung) yang letaknya tak jauh dari tanah kelahiran Mamin Arenga yaitu Magek, Kecamatan Tilatang Kamang, Kabupaten Agam.

Sama seperti kampung yang berjejer di sepanjang Bukit Barisan, sebagian besar penduduknya bertani. Jadi berdagang Nasi Kapau  hanya ditekuni sebagian kecil masyarakatnya. Namun jangan tanya keterkenalan nasi yang dilengkapi lauk pauk berkuah santan ini.

Cerita dari mulut ke telinga  telah menggemakan Nasi Kapau sebagai masakan asli dari sini. Ditambah lagi sekarang blog dan sosial media, membuat nagari yang paling kecil dari 6 kampung ini terkenal kemana-mana.

Kalau berkunjung ke Pasar Lambuang, Mamin Arenga melupakan bahwa diet termasuk perlu diakrabi perempuan. Diet artinya lebih sehat dan jatuh baju di badan lebih bagus.

Tapi apa lah artinya diet kalau terpaksa menahan selera. Ileran memandang hamparan panci-panci besar tersusun rapi, Di dalamnya menari-nari menggoda mata segala macam hidangan yang akan membawa kenangan ke masa kecil.

Iya semua kenangan tentang masakan padang berkumpul disitu. Mau gulai tambusu yang terbuat dari campuran telur dan tepung yang dimasak dalam usus sapi. Mau dendeng, pangek ikan, gulai itiak, gulai ayam?

Pokoknya apapun yang ada disitu boleh Minantu pilih. Uni Lis pemilik lapak nasi kapau paling terkenal di Pasa Lambuang akan menyerok dengan sendok panjang.

Sendok tempurung dari tempurung kelapa, bergagang bambu panjang, jadi ciri khas di Pasa Lambuang Bukittinggi.

Baca juga:

Perbedaan Nasi Kapau dan Nasi Padang

Gula Kapau di Pasa Lambuang Bukittinggi
Gulai Kapau

Eh tunggu dulu, apakah nasi kapau dan nasi padang beda? Bukannya mereka sama, sama-sama masakan Minangkabau?

Kalau makan di Los Lambuang Bukittinggi, coba teman-teman perhatikan. Tanpa diminta Uni Lis akan akan menambahkan sayuran ke atas nasi. Sayuran itu lah yang disebut gulai kapa.

Gula kapau terdiri dari irisan rebung, nangka, kancang panjang, kol, dan daun bawai prei yang tidak dipotong. Gulai ini lah sebagai ciri khas yang membuat perbedaan antara nasi kapau dan nasi padang . Selain juga akan ditambahkan bubuk rendang atau sambel goreng kentang ke atas nasi.

Kalau nasi padang, sayurannya paling berupa daun singkong rebus dan gula nangka.

Kenangan Masa Kecil dengan Nasi Kapau

Cikal bakal Nasi Kapau berawal  gulai rebung dan kol ini. Ketika  berpuluh tahun lalu ibu-ibu dari Kapau keliling dari nagari ke nagari menawarkan sayuran yang dimasak dengan santan kental.

Mamin punya pengalaman dengan teman-teman Uni Lis penjual nasi kapau ini. Setiap hari kamis ada Amai penjual gulai yang lewat di jalan depan rumah kami. Diatas singgulung kepalanya terletak keranjang bambu yang di dalamnya terdapat periuk belanga hitam.

Jika nenek punya uang lebih dan ingin makan agak istimewa, kami disuruh menunggu di tepi jalan.

Nah pengalaman paling asik adalah saat si Amai membuka tutup belanga. Kuah santan yang berlinang kemerahan bersama cabe dan bumbu, menghamburkan aroma surgawinya ke udara.

 Takjub memandangi campuran sayur mayur berwarna cemerlang itu. Dan jualan si amai memang hangu itu, sayur yg disebut Gulai Kapau.

Nasi Kapau Uni Lis di Pasa Lambuang Bukittinggi

Nasi kapau Ni Lis, kuliner Minangkabau di Pasar Lereng Bukittinggi
Ni Lia sedang melayani pembeli

Yang paling saya suka makan nasi kapau Los Lambung ini memang ciri khasnya, sayur kapau. Terutama rebungnya yang kalau digigit krenyes-krenyes. Saya pikir belum punya rival manapun di Indonesia. Kalaupun ada mungkin karena saya belum pernah mencobanya :).

Setelah itu adalah pangek ikan paweh atau ikan nilem. Biasanya pangek paweh masih ada telur dalam perutnya. Rasanya gurih ambohai..

Keistimewaan pangek ini karena  dimasak dalam periuk tanah liat dengan api kecil selama beberapa jam. Makanya semua bumbu terasa merasap dan di bagian tertentu dari ikan tulang-tulangnya melunak.

Profesi dagang terbuka untuk semua gender di Minangkabau. Rumah makan padang kebanyakan yang masak kaum lelaki. Namun saya belum pernah melihat yang jualan nasi kapau di Los Lambuang adalah bapak-bapak. Tidak tahu mengapa begitu.

Mungkin itu sebab  mengapa semua nama kedai Nasi Kapau disini bersifat feminim: Uni Lis, Etek Ani, Uni Linda, Etek Sam dll. Entah ini  suatu kesepakatan atau kebetulan saja, emang perlu saya cari tahu kalau pulang kampung lagi nanti.

Salam,

— Mamin Arenga

Share artikel ini

18 Comments

  1. Lidya Januari 14, 2012 at 4:59 am - Reply

    huhuhu pingin makan nasi kapau juga

  2. honeylizious Januari 14, 2012 at 6:22 am - Reply

    aku mauuuuuuuuuuuuuuu

  3. choirunnangim Januari 14, 2012 at 6:31 am - Reply

    Smester yang lau aku berusaha cewe dari Padang dia baik, sopan dan tentu yg aku suka dari orang padang adalah kerja kerasnya…

    di panggil minantu wah mau banget tuhh, hmmmm nyammi…

  4. Budi Arnaya Januari 14, 2012 at 8:01 am - Reply

    Mbak…meskipun kurang lauknya…tapi kalau ada yang desebutkan rebung bambu mmmmmm saya pasti nambah…sayang istri saya ngak bisa masak rebung bambu,…tapi ibu saya jagonya…saya pesan ke ibu gini mbak…

    Bu…kalau ibu punya ikan panggang, ayam bakar, ngak usah tlp saya, tapi kalau ibu masak rebung bambur, sayur pare (goreng), terong goreng, sesegera mungkin harus tlp saya ya….

  5. Agung Rangga Januari 14, 2012 at 8:06 am - Reply

    Nasi Kapau dengan Pangek Ikan Paweh-nya sungguh menggoda~ 😳
    kapan-kapan cicipi ah~

  6. Ni Made Sri Andani Januari 14, 2012 at 11:49 am - Reply

    Aduuh enaknya.. jadi menitik air liur melihat Pangek Ikan Paweh itu. Nasi Kapau memang selalu enak. Apa ya rahasianya mengapa masakan Padang itu enak semua?
    Salut juga ya kalau pemda setempat ada menyiapkan tempat khusus bagi amai-amai untuk menjual Nasi Kapau asli begitu. Setidaknya setiap orang yang datang ke sana, bisa mencicipi masakan asli yang memag enak itu. Pengunjung bisa lebih mengenal kekayaan culiner nusantara, dan sebaliknya penduduk lokal pun lebih bangga lagi akan hasil karyanya..

  7. Hijihawu Januari 14, 2012 at 12:01 pm - Reply

    Wah, kalau wisata kuliner, dietnya ditinggal di rumah saja. Sayang kalau dilewatkan.
    Saya penyuka masakan Padang, eh dapat suami dari sana juga, pas bgt. Hehe.

  8. monda Januari 14, 2012 at 1:12 pm - Reply

    tak boleh dilewatkan kalau ke Bukik ya ni, harus mampir di pasar Lambung

  9. sulunglahitani Januari 14, 2012 at 3:06 pm - Reply

    onde-mande, lapa wak dek nyo
    tapi saya kok ga tau nama daerahnya yo, Ni?
    dima tu?

  10. Yunda Hamasah Januari 14, 2012 at 4:00 pm - Reply

    Aku jadi ingin nyobain, scara belum pernah juga ke Bukit Tinggi 😉

    #Gambar bungganya bagus Uni, hasil jebretan sendiri ya …

  11. edratna Januari 15, 2012 at 3:49 am - Reply

    Ahhh…jadi lapar…
    Saya dua kali ke Bukittinggi, kota yang sangat indah….
    Sayang belum sempat ke Nasi Kapau yang terkenal ini.

  12. prih Januari 15, 2012 at 7:11 am - Reply

    Nasi Kapau dari Bukik wow lezatnya …. Kunjungan ke tanah leluhur ya Uni, salam

  13. budiastawa Januari 16, 2012 at 12:59 am - Reply

    Saya salut dengan laki-laki yang bisa masak. Tapi saya sendiri nggak bisa 😳

    Kayaknya enak banget tuh Ikan Kapau. Pasti pedas ya, Mbak Evi?

  14. sunarno2010 Januari 16, 2012 at 3:17 am - Reply

    Kemana-mana kita bepergian maka satu hal yang tak terlupakan adalah kulinernya. itu sudah suatu tuntutan yang tak bisa dilewatkan bahkan sangat disayangkan kalau kemudian terlewatkan

  15. Aditya Eka Prawira Januari 16, 2012 at 3:45 am - Reply

    Enaknyoooo.. Jadi lapar awak

  16. nh18 Januari 16, 2012 at 5:42 am - Reply

    Los Lambuang Bukit tinggi ini memang sangat terkenal …
    bagi petualang kuliner …

    yang jelas … setelah dari sana … harus rajin-rajin Olah raga …

    Lamak … tapi … Lemak …
    🙂 🙂 🙂

    Salam saya Bu Evi

  17. Allisa Yustica Krones Januari 16, 2012 at 7:14 am - Reply

    nelan ludah…

    aduuh…enak banget nampaknya, mbak….

    Di sini ada juga yang jualan nasi kapau, tapi gak tau gimana rasanya, soalnya belom pernah nyobain 😀

  18. Tina Latief Januari 16, 2012 at 7:18 am - Reply

    waaa kelihatannya enak….
    mau dong bunda…

Leave A Comment

Artikel Terbaru

  • Rekomendasi gula aren organik sebagai pemanis harian

    Alasan Menggunakan Gula Aren Organik Sebagai Pemanis Harian

  • Ragam-celemek-yang-perlu-kamu-ketahui

    Ragam Celemek yang Perlu Kamu Tahu

  • Fungsi-rempah-dalam-makanan

    Fungsi Rempah dan Bumbu Dapur Dalam Makanan

  • Som-tam-salad-hidangan-penggugah-selera-Thailand

    Som Tam Salad, Hidangan Penggugah Selera Thailand

  • Pasar-Flamboyan-Pontianak-Foto-Jufihiro-Google-Maps

    Pasar Flamboyan Pontianak, Ragam Makanan Lokal Kalimantan Barat

Arenga Customer Care

Untuk pertanyaan, kritik, dan saran seputar produk Arenga, silakan hubungi kami di nomor WhatsApp berikut ini:

0819 3241 8190

Chat

Artikel Terpopuler

  • 10 Hal Terbaik Tentang Palm Sugar

    10 Fakta Tentang Palm Sugar

  • agar-agar santan gula aren

    Agar-Agar Santan Gula Aren

  • Resep Es Kopi Susu Gula Aren ala Arenga

  • Cerita elok dari kampung

    Cerita Elok Dari Kampung Aren

  • Resep iga bakar gula aren Arenga

    Resep Iga Bakar Gula Aren Arenga

  • Cara menikmati sayuran hijau mentah

    Cara Menikmati Sayuran Hijau Mentah, Resep Pina Colada Smoothie

  • 5 resep masakan enak slow cooker bubur manado

    5 Resep Masakan Enak Slow Cooker

  • Resep Soto Padang Nikmat

    Resep Soto Padang Nikmat

Artikel Terkait