Perjalanan Gula Aren, Dari Hutan Sampai ke Konsumen

Categories: Info|19 Comments|
Perjalanan Panjang Gula Aren Dari Hutan Sampai ke Dapur Anda
Perjalanan gula aren, dari hutan sampai ke konsumen
Phon Aren (arenga pinnata)

Perjalanan Panjang Gula Aren – Bila diproses mengikuti standar organik atau kesehatan, gula aren adalah pemanis yang sangat sehat. Bisa diaplikasikan untuk makanan apapun. Dari memasak sehari-hari sampai ke industri makanan dan minuman yang beragam jenisnya. Itu lah mengapa tidak sulit menemukan gula aren di pasar. Entah di pasar tradisional. moderen sampai online. Tapi tahukah Anda perjalanan panjang gula aren dari hutan sampai ke dapur anda?

Dimulai dari Membibit

Perajin gula aren membutuhkan waktu kurang lebih 15 tahun sejak bibit ditanam sampai siap disadap niranya. Calon pemanis akan muncul  lewat tandan bunga yang muncul di ketiak daun. Dari tangkai bunga itulah getah bening (nira) akan mengucur yang nanti akan ditampung wadah.

Tapi sebelum itu terjadi ada ritual awal yang harus di lalui. Proses memulai penyadapan ini dalam bahasa Sunda disebut meninggur.

Baca juga : Pancake Pisang Gula Aren

Meninggur

Proses meninggur nira aren
Proses Meninggur

Perjalanan sebelum proses manjadi gula aren selanjutnya adalah meninggur.  Ini adalah kegiatan menepuk-nepuk tandan bunga dengan alat khusus. Biasanya berbentu martil terbuat dari kayu. Tidak boleh dari besi karena akan melukai tangan bunga yang akan mengalirkan nira. Mengetuknya juga harus perlahan.

Setelah itu tandan bunga jantan yang sarat buah itu akan digoyang-goyang. Diayunkan kiri-kanan juga perlahan.

Proses meninggur ini  membutuhkan waktu 1-2 bulan lebih. Tujuannya adalah agar saluran kapiler pada batang tandan menjadi pecah dan aliran nira lebih mudah lewat menuju penampungan.

Tandan bunga siap diiris setelah tangkai lemas. Ditandai pula dengan keluarnya aroma wangi di sekitar batang. Dan disinilah proses menderas pun dimulai.

Baca juga : Cara Membuat Popcorn Saus Gula Aren

Perjalanan Menderas Nira Bahan Baku Gula Aren

Perjalanan menderas nira. Gambar perajin aren saat menyadap
Perajin gula aren naik tangga bambu untuk menderas nira

Menderas sendiri adalah kegiatan mengiris tangkai bunga agar cairan yang keluar ditampung dalam wadah bambu yang disediakan.

Menderas disebut juga menyadap. Artinya perajin akan naik-turun tangga bambu dua kali sehari. Yang disebut tangga itu adalah sebatang bambu yang dilubangi tepat di atas bukunya. Lubang tersebut sebagai injakan. Lebarnya hanya cukup untuk sepertiga telapak kaki.

Baca juga : Cake Wortel dengan White Chocolate Buttercream

Butuh Jam Terbang

Gambar mengiris tanda bunga aren jantan untuk melancarkan aliran nira
Gambar mengiris tanda bunga aren jantan untuk melancarkan aliran nira

Proses menyadap membutuhkan keahlian khusus. Tidak hanya keterampilan membawa lodong kosong saat naik,  turun dengan lodong penuh yang sudah berisi nira. Melainkan  proses naik dan turun sendiri merupakan perjuangan alot. Karena menapak di ruas bambu berlubang yang hanya  cukup untuk ujung-ujung  jari butuh perjuangan.

Menopang kan berat badan dengan ujung jari kaki,  belum lagi lubang bambu yang pastinya terasa tajam. Saya yang melihatnya merasakan sendiri bahwa proses membuat gula aren ini tidak lah semanis rasanya. Sungguh sebuah proses yang panjang membuat gula aren itu sampai ke dapur Anda.

Practice is the mother of all skill kata orang. Saya lihat Bapak perajin yang sudah bertahun-tahun melakukan ini tidak mengalami halangan saat mereka mendaki atau turun dari tangga bambu tersebut.

Baca juga : Peminum Kopi Harus Tahu Ini

Menguapkan Nira Sampai Jadi Gula Aren

Video Proses Penguapan Nira

Sampai dibawah nira harus langsung dimasukkan kedalam kenceng dan dipanaskan di atas tungku. Tentu saja untuk mencegah agar tidak cepat rusak. Bila dirasa belum cukup,  nira yang dipanen pagi atau sore setelah mendidih akan dibiarkan .

Keesokan pagi atau sore proses kembali diulang dan nira baru dimasukkan ke dalam untuk diteruskan pengolahannya.

Setelah 3-5 jam perjalanan gula aren dari hutan sampai ke konsumen sudah setengahnya.

Nanti akan ada lagi proses pengeringan di pabrik sampai akhirnya bisa di kemas

Jadi memang panjang sekali perjalanan gula aren itu hingga sampai ke rumah Anda, bukan?

Kontak Arenga Indonesia https://wa.me/6281932418190

Share artikel ini

19 Comments

  1. Ana ike Oktober 22, 2020 at 7:07 pm

    Prosesnya seberat ini yaaa. Kebangetan kalau ada yang bilang gula aren berkualitas itu mahal. Bikinnya bertaruh nyawa loh padahal. Suka banget baca ini. Bayangin prosesnya satu persatu deh

    • Arenga Indonesia Oktober 22, 2020 at 10:09 pm

      Betul banget Mbak kalau melihat proses membuat gula aren organik ini, waktu, resiko dan tenaga yang dikeluarkan dan harga jual rasanya setimpal

  2. Ana ike Oktober 22, 2020 at 7:57 pm

    Wah perjuangan banget yaa bikin gula aren yang berkualitas tuh. Kebangetan kalau ada yang bilang gula aren mahal. Soalnya beneran effortnya bertaruh nyawa euy

  3. Nurul Fitri Fatkhani Oktober 23, 2020 at 9:50 pm

    Dulu waktu masih tinggal di Subang, saya sering menemukan pohon aren. Tapi belum pernah melihat secara langsung, proses pengambilan gula arennya.

    • Arenga Indonesia Oktober 24, 2020 at 8:03 am

      Memang Mbak, biasanya pengolahan gula aren ini kebanyakan berada di desa-desa. Malah tak jarang terpencil…:)

  4. andyhardiyanti Oktober 23, 2020 at 10:16 pm

    Sebuah proses yang panjang untuk mendapatkan gula aren yaa mbak. Semoga habis ini gak ada lagi yang ngeluh kenapa harga gula aren tuh mahal. Kalau masih ngeluh juga, mungkin bisa diajak proses sendiri. hahahah

    • Arenga Indonesia Oktober 24, 2020 at 8:05 am

      Iyyaaaa Mbak Andy. Proses membuat gula aren, secara benar, dan memenuhi unsur kesehatan memang butuh proses yang panjang. Kadang ini juga jadi penyebab beberapa produsen mengambil jalan pintas, misalnya menggunakan pengawet kimia sintetis secara tak tepat 🙂

  5. Aprillia Ekasari Oktober 24, 2020 at 9:42 am

    Perjalanannya panjaaang sekali 😀
    Di balik satu botol/ kemasan gula aren tersimpan banyak cerita ya mulai yang nanam, yang nyadap, yang mengolah, yang mengemas, yang memasarkan 😀

    • Arenga Indonesia Oktober 24, 2020 at 9:50 am

      Betul Mbak. Dari satu botol gula aren cair Arenga, bisa lahir sebuah buku saking panjang dan banyak ceritanya 🙂

  6. Ria fasha Oktober 24, 2020 at 6:07 pm

    Ternyata panjang dan berat ya perjalanan menghasilkan gula aren. Salut untuk para pengrajin nya. Kita tinggal menikmati gulanya yang manis dan enak

    • Arenga Indonesia Oktober 24, 2020 at 7:10 pm

      Terima kasih atas apresiasinya Mbak 😀

  7. Indah Nuria Oktober 24, 2020 at 8:47 pm

    Sungguh suatu proses yang panjang ya mba. It is interesting to learn more about the steps in the process so we know better about the way organic palm sugar is created

    • Arenga Indonesia Oktober 25, 2020 at 4:21 pm

      Iya Mbak Indah. Sengaja menuliskan tentang perjalanan panjang proses pembuatan gula aren ini agar teman-teman yang mampir ke sini, sedikt banyak mengetahui asal-susul makanan mereka…:)

  8. Lina W. Sasmita Oktober 24, 2020 at 9:13 pm

    15 tahun dari perjalanan biji hingga bisa menghasilkan nira? Masya Allah petani aren itu berarti harus sabar banget ya nunggu belasan tahun hingga bisa menghasilkan.

    • Arenga Indonesia Oktober 25, 2020 at 4:23 pm

      Betul Mbak Lina. Mengapa sampai saat ini budidaya aren belum semeriah budidaya kelapa sawit atau kelapa, ya karena proses menunggunya yang lama itu. Untungnya pohon aren ini bersedia tumbuh sendiri, tanpa dirawat khusus juga, mereka tumbuh di seputaran sawah, tepi sungai, gunung, hutan dan kebun. Dan aren seperti ini lah yang kebanyakan sekarang disadap untuk membuat gula aren 🙂

  9. Liswanti Oktober 24, 2020 at 9:32 pm

    Gula kesukaan nih. Membuat gula arwn proseanya panjang ya, jadi ingat pernah lihat proseanya juga.

    • Arenga Indonesia Oktober 25, 2020 at 4:24 pm

      Iya kalau Mbak Lis masih ingat, gimana dari menyadap saja terus sampai jadi, betapa butuh waktu dan tenaga ya Mbak 🙂

  10. nikennawangsari Oktober 27, 2020 at 3:00 pm

    Proses membuat gula aren ternyata panjang ya, kayak bikin gula jawa juga tuh. Dulu aku ga tau kalo gula aren dan gula jawa itu beda. 😅 Sekarang jadi tau kalau gula aren dari nira pohon yang menghasilkan kolang kaling ituh..

    • Arenga Indonesia Oktober 27, 2020 at 3:09 pm

      Akupun tadinya tidak bisa membedakan antara gula jawa dan gula aren, Mbak. gara-gara berkecimpung di bisnis gula aren inilah akhirnya tahu antara mana gula merah yang terbuat dari tebu, pohon kelapa, atau pohon kolang-kaling 😀

Comments are closed.

Artikel Terbaru

  • Banyak alasan mengapa kita harus bangga pada produk lokal indonesia

    Mengapa Harus Bangga Pada Produk Lokal Indonesia? Warisan Kita

  • Temu giring untuk kecantikan. Sebagai obat awet muda, memuluskan kulit, sampai jadi obat pelangsing

    Temu Giring Untuk Kecantikan: Bikin Kulit Glowing dan Tubuh Langsing

  • Mengenal kopi yellow caturra

    Perkenalan Dengan Kopi Yellow Caturra, Enak dan Langka

  • Cara-terbaik-menikmati-alpukat-gula-merah

    Alpukat Kocok Gula Aren, Lebih Nikmat Bonus Manfaat

  • Foto kenangan perjalanan promosi arenga yang salah satunya bersama ibu Yasmin Gita Wirjawan

    Foto Kenangan Perjalanan Promosi, Sekelumit Momen ke Masa Lalu

Arenga Customer Care

Untuk pertanyaan, kritik, dan saran seputar produk Arenga, silakan hubungi kami di nomor WhatsApp berikut ini:

0819 3241 8190

Chat

Artikel Terpopuler

  • 10 Hal Terbaik Tentang Palm Sugar

    10 Fakta Tentang Palm Sugar

  • Resep Es Kopi Susu Gula Aren ala Arenga

  • agar-agar santan gula aren

    Agar-Agar Santan Gula Aren

  • Cerita elok dari kampung

    Cerita Elok Dari Kampung Aren

  • Resep iga bakar gula aren Arenga

    Resep Iga Bakar Gula Aren Arenga

  • Cara menikmati sayuran hijau mentah

    Cara Menikmati Sayuran Hijau Mentah, Resep Pina Colada Smoothie

  • Beda gula aren dan gula semut

    Beda Gula Aren dan Gula Semut

  • gula-aren-cair-1-liter-arenga

    Gula Aren Cair 1 Liter Arenga Untuk Kedai Kopi

Artikel Terkait