Cara Terbaik Menghaluskan Rempah dan Bumbu Dapur

Tangerang, ARENGAINDONESIA.com – Cara Terbaik Menghaluskan Rempah dan Bumbu Dapur – Nenek dan ibu saya dulu sering berkerut kening kalau melihat saya menyiapkan bumbu. Pasalnya apapun resep yang bumbunya butuh dihaluskan, alat penglus bumbu saya cuma satu: Blender listrik!
Jadi kalau mau membuat bumbu masakan seperti rendang, gak ada tuh cerita cabe dan bumbulain digiling secara terpisah. Semua bahan dijadikan satu dalam tabung, jreeeen…Gak pakai lama jadi lah bumbu rendang bikinan saya. Jadi seumur-umur saya belum melakukan seperti yang mereka lakukan : Menghaluskan bumbu dengan cobek dan batu ulekan.
Kata nenek yang diaminkan ibu, bumbu rendang yang diproses dengan menggunakan alat menghaluskan bumbu secara manual alias diulek, menghasilakn produk lebih wangi dan rasanya jauh lebih enak.
Tapi, dan duh! Kapan selesainya? Saya kan sibuk? Belum lagi jejak pedas di tangan habis ngulek itu tak enak saudara-saudara! “Practical is my middle name”, gitu alasan saya menolak dalam hati.
Menggunakan Alat Penghalus Bumbu Manual
Nenek saya seperti kabanyakan nenek yang lahir di bawah tahun 1950, ilmu memasak di dapat dari ibunya. Buyut saya juga dapat dari ibunya. Dengan kata lain ilmu memasak mereka di dapat turun-temurun. Nenek kekueh menurunkan rahasia rendang enaknya karena merasa itu sudah teruji oleh waktu.
Begitu pun, sampai beliau wafat, beliau kekeuh menggunakan alat penghalus bumbu manual yang saya sebut cobek itu.
Memang kebanyakan nenek moyang kita belajar memasak dari alam dan dari pengalaman.Herannya, memang hasil masakan mereka jauh lebih enak dari saya 🙂
Singkatnya untuk menghaluskan bumbu dapat menggunakan blender atau cobek batu seperti yang dilakukan nenek saya. Setiap alat punya kelebihan dan kekurangan masing-masing. Tapi untuk cara terbaik menghaluskan bumbu tetap lah cobek atau tumbukan batu. Baca penjelasan sains-nya di bawah.
Dapat Pencerahan Secara Saintifik

Sebuah buku On Food and Cooking : The Science and Lore of Kitchen membuka pikiran saya. Bahwa nenek dan ibu saya punya kebenaran sendiri tentang mengolah bumbu yang baik untuk membuat rendang atau masakan lainnya. Mereka menghaluskan rempah-rempah yang digunakan dengan cobek batu.
Karena menurut buku ini cara kita menghancurkan bumbu dan rempah-rempah berefek pada rasa hidangan.
Bumbu yang dihaluskan dengan penggiling, pemotong, dan ulekan atau lesung akan menghasilkan rasa berbeda. Penyebabnya karena peralatan tersebut menghasilkan kadar panas berbeda. Semakin panas semakin mudah pula aroma terlepas dari molekul. Semakin panas sifat kimiawi bumbu akan semakin reaktif dan mudah berubah.
- 8 Resep Masakan Ayam Arenga Pasti Disukai Keluarga
- Resep Iga Bakar Gula Aren Arenga
- Resep Pempek Palembang Anti Gagal
Untuk mendapat cita rasa terbaik masakan dengan tetap mempertahankan aroma asli dari rempah yang digunakan.
Sementara blender atau pengiris elektronik lainnya selain menghasilkan panas juga memasukkan lebih banyak udara ke dalam bahan. Dan oksigen pun akan lebih leluasa mengubah aroma (aerasi) racikan bumbu kita.
Berbeda dengan ulekan atau alu lesung yang bekerja dengan cara diulek dan ditumbuk. Meremukkan bumbu dengan cara ini ternyata yang terbaik karena meminimalkan aerasi (oksidasi).
Tapi oksigen tidak selalu buruk untuk bumbu giling kita. Salah satu efek positifnya adalah bila untuk disimpan, rempah akan melunak selama beberapa hari atau minggu.
- Baca juga : Gula Aren Arenga Sebagai Bumbu Masak
Cobek dan Lesung Sebagai Alat Penghalus Bumbu Manual
Alas penghalus bumbu secara manual dan paling tua yang kita kenal adalah cobek dan lumpang batu yang kita kenal juga sebagai lesung. Sisa jaman kebudayaan batu ini bahkan sukses melewati perubahan budaya dan sosial karena manfaatnya. Cobek atau cowek masih terlihat di hampir sebagian besar dapur masyarakat Indonesia. Mampu menggiling bumbu, rempah dan herbal dengan kekuatan tangan.
Berbeda dengan cobek yang kapasitas lebih sedikit, lesung dan alu bisa menghaluskan bumbu dan herbal lebih banyak. Bisa digunakan dalam segala macam resep, dan sangat berguna menghaluskan bumbu masakan pedas. Cobek riskan bersentuhan dengan kulit tangan dan menimbulkan rasa panas. Lesung dan alu bisa menghindari rasa “tersengat” setelah menggiling bumbu.
Cobek, alu dan lesung yang bagus terbuat dari batu vulkanik, atau batu basal. Batunya keras dan tidak akan pecah atau iritasi saat digunakan. Kalau bisa hindari cobek dan lesung terbuat dari semen dan batu kerikil yang dikeraskan. Karena materi ini bisa rontok dan masuk ke dalam bumbu saat digunakan.
Alat penghalus bumbu secara manual ini lah yang dipercaya nenek dan ibu saya sebagai alat terbaik untuk menghancurkan bumbu rendang. Percaya atau tidak, sampai saat ini rendang bikinin dua orang wanita ini, belum saya temukan tandingannya.
- Baca juga : Fungsi Rempah dan Bumbu Dapur Dalam Makanan
Menggunakan Pisau Tajam atau Tumpul- Cara Terbaik Menghaluskan Rempah dan Bumbu Dapur
Begitu pun memotong rempah atau bumbu, cara terbaiknya adalah menggunakan pisau tajam. Karena hasil rajangan dari pisau tajam atau tumpul akan berbeda.
Pemotongan hati-hati dengan pisau tajam terbaik karena meninggalkan sebagian besar struktur rempah untuk memberikan rasa segar sekaligus meminimalkan kerusakan sel pada tepi potongan.
Sebaliknya pisau tumpul meremukkan alih-alih memotong. Memar pada lapisan sel yang lebar akan cepat mengakibatkan perubahan warna, lebih cepat coklat kehitaman (oksidasi).
Jadi sebelum masak jangan lupa selalu asah pisaunya biar tajam ya teman-teman.
- Baca juga : Blender Penghalus Bumbu Dapur
Pengaruh Bahan Lain Terhadap Masakan Kita Secara Saintifik
Teman-teman pernah memperhatikan mengapa masakan bersantan aromanya lebih wangi dibanding makanan non-santan? Misalnya membandingkan masak sayur asam dengan rendang? Kalau masak rendang aromanya bisa kemana-manana. Sementara masak sayur asam, sekalipun wangi, tidak sekeras aroma rendang? Nah buku dengan judul di atas memberi saya penjelasan secara saintifik.
Ternyata kimiawi aroma dan rasa memang lebih mudah larut dalam minyak dan lemak daripada dalam air. Selain bahan-bahan dalam masakan juga akan mempengaruhi kecepatan dan derajat ekstraksi aroma.
- Baca juga : Perbedaan Rempah dan Herbal
Contohnya rendang daging sapi bikinan nenek dan ibu saya yang menurut saya belum ada lawan dari restoran padang manapun. Baru saya sadari ternyata memang tak lepas dari komposisi bumbu yang diulek serta bahan utamanya. Treatment rempah yang diulek satu persatu dengan di atas ulekan batu meninggalkan kenangan dalam dalam jejak syaraf perasa lidah saya.
Begitu lah, minyak dan lemak melarutkan molekul aroma lebih banyak daripada air selama memasak. Dan akan bertahan sampai dikonsumsi. Sehingga rasa nikmat hidangan muncul bertahap dan bertahan lebih lama.
Ohya alkohol juga mengekstraksi aroma dengan lebih efisien. Tetapi karena terlalu mudah menguap, alkohol melepaskan aroma relatif lebih cepat. Sekarang teman-teman mengerti kan mengapa aroma parfum murah cepat sekali menguap? Karena kandungan alkohol mereka jauh lebih banyak ketimbang ekstrak aroma wangi yang kita mau.
Baca juga :
- Kemukus Bumbu Masakan Sejak Zaman Kuno
- Resep Wafel Labu Kuning Arenga
- Gula Aren Arenga Sebagai Bumbu Masak
Semoga tulisan singkat tentang cara terbaik menghaluskan rempah dan bumbu dapur berguna ya teman-teman..
Arenga Indonesia. Pabrik gula aren di Tangerang – Banten
Share artikel ini
Artikel Terbaru

Gula Aren Cair: Panduan Terlengkap untuk Bisnis, Barista, dan Dapur Rumahan

Gula Aren vs Lonjakan Insulin – Solusi Manis Diet Rendah GI untuk Pre-Diabetik

Resep Kue Kering Cokelat Madu Kenari: Renyah, Nyoklat, dan Lumer di Mulut

Aroma Kopi Nendang! Resep Arabica Cookies Renyah dengan Sentuhan Palm Sugar yang Mewah

Menembus Kabut Halimun: Menemukan “Emas Hitam” di Hutan Larangan
Artikel Terpopuler

Rahasia Aroma Pemikat Pelanggan: Mengapa Gula Aren Cair Pandan Adalah Aset Bisnis Sobat Arenga

Resep Teh Bunga-Bungaan: Manfaat Ilmiah dari Lemon Verbena hingga Rosemary

Jejak Emas Pohon Aren: Dari Prasasti Kuno Hingga Pajak Kerajaan yang Terlupakan

ARENGA Gula Aren Cair Pandan dan Susu Almond

Tumis Udang Arenga Gula Aren Cair

Gula Aren Arenga Sebagai Bumbu Masak
Mie Tiau Apollo dan Mie Tiaw Polo, Bersaing atau Saling Mendukung?

Beda Gula Aren dan Gula Kelapa – Arenga Sugar vs Coconut Sugar





