Mengenal kentang lebih dekat
Mengenal kentang lebih dekat

Teman-teman pasti sudah biasa mengolah kentang untuk berbagai hidangan keluarga, bukan? Memang jenis sayuran umbi dengan kandungan zat tepung ini enak banget diolah untuk hidangan apa saja.

Anak milenial mana yang tak kenal kentang goreng?  Belum lagi bisa ditemukan di perkedel, semur, kentang balado teri, dan bahkan rendang.


Benaran, umbi yang sebenarnya tidak lebih dari pembengkakan pada bagian bawah tanaman ini bersahabat dengan banyak sekali menu Indonesia.

Mereka muncul dalam makanan kecil, kue dan lauk pauk.

Sebelum mengenal kentang lebih dekat lagi, kita tengok dulu sejarahnya yuk.

Sejarah Kentang Sampai Masuk ke Indonesia


Tanaman ini berasal dari Amerika Selatan. Nama aslinya solanum tuberosum.

Kentang muncul pertama kali dalam catatan sejarah  abad ke-16. Dibawa oleh seorang  biarawan Spanyol dari perjalanannya  ke Peru. Umbi ini ternyata adalah makanan pokok bangsa Inka.

Tanaman kentang lalu di Eropa ini lalu diberikan  kepada Sir Walter Raleigh. Seorang berkebangsaan Irlandia yang kemudian menanamnya sebagai tanaman langka di kebunnya.

Ada juga yang mengatakan bahwa seorang botanikus, Harriott, lah yang memberikannya kepada Sir Walter Raleigh. Tetapi yang pasti, negara pertama yang membudidayakannya di luar negara asalnya, Peru, adalah Spanyol. Dari sini baru menyebar ke seluruh Benua Eropa.

Sebagai halnya produk baru, cukup lama juga masyarakat Eropa menerima umbi bermata ini sebagai bahan makanan potensial. Penyebabnya adalah bentuk dan warnanya dianggap kurang menarik. Malah suatu ketika kentang pernah dianggap sebagai umbi aneh pembawa petaka.

Ketika Eropa mengalami gagal panen gandum, wabah kelaparan melanda, baru pada abad ke-19 kentang mulai dilirik. Sisanya adalah sejarah. Awalnya diremehkan lama-lama diterima. Kentang pun jadi makanan pokok. Yang sangat mengungutungkan darinya adalah mudah dibudidayakan, harganya pun murah.

Sementara di Indonesia sendiri kentang masuk catatan sejarah sekitar tahun 1750. Dibawa Belanda dan ditanam di daerah pegunungan.

Baca juga:
Arenga Gula Aren Grindil Untuk Pempek

Resep Martabak Telur Rumahan Anti Gagal

Nutrisi Dalam Kentang

Gula aren cair Arenga akan melegitkan aneka hidangan kentang

Banyak yang dapat dibuat dari kentang. Beragam olahan yang tidak pernah membosankan. Selain mengandung banyak vitamin, sedikit kalori, kentang tidak mengandung banyak lemak.

Hidrat arang adalah sumber energi terpenting bagi tubuh. Hidrat arang di dalam kentang merupakan bentuk hidrat arang kompleks dan oleh karena itu penting bagi susunan diet. Kurang lebih 50% dari masakan dari pasokan energi untuk kebutuhan tubuh setiap hari datang dari hidrat arang.

Umbi kentang terdiri dari 70-80% kadar air, 14-18% hidrat arang, 2% protein, 1% mineral dan 0,1% lemak.

Selain itu juga kentang mengandung vitamin B vitamin C, kalsium, potasium, besi, dan iodin. Boleh dikatakan bahwa kandungan gizi kentang sempurna.

Umbi dengan berat rata-rata 100 gram menghasilkan 86 kalori = 40 gram roti. Kandungan vitamin c-nya yang tinggi pada kentang segar dapat menjadi alternatif sumber vitamin c untuk mereka yang tidak banyak mengkonsumsi buah-buahan dan sayuran. Jika disimpan terlalu lama, kandungan vitamin c-nya akan banyak berkurang.

Mengenal Kentang Lebih Dekat. Mutu Berdasarkan Ukurannya

Di pasar swalayan atau pasar tradisional banyak dijumpai beraneka ukuran kentang. Ada yang besar sedang dan bahkan yang kecil sebesar kelereng. Ukuran besar kecilnya kentang di kalangan petani atau pedagang dikategorikan dengan mutu A B C:

  1. Kentang mutu A, beratnya sekitar 200-250 gram

2. Kentang mutu B, beratnya sekitar 125-175 gram.

3. Kentang mutu C, beratnya sekitar 100 gram

4.Kentang yang beratnya sekitar 50-75 gram dikenal sebagai kentang siomay.

5. Kentang yang bentuknya sebesar kelereng atau bakso disebut dengan kentang rendang.

Cara Memilih Kentang

Kentang lezat diolah ke berbagai hidangan

Pilihlah selalu kentang yang bertekstur keras, permukaannya rata dan dengan warna kulit serupa. Jangan menyimpan kentang di tempat yang terkena sinar matahari agar lebih awet dan tidak terkontaminasi bakteri yang membuatnya menjadi lunak.

Saat mengupas kentang, enzim Poli polifenolase di dalam umbi akan bersentuhan dengan oksigen dalam udara. Akan membuat permukaan kentang berubah warna jadi kecoklatan. Reaksi ini disebut enzymatic Browning.

Untuk mencegahnya perubahan warna, rendamlah kentang yang telah dikupas di dalam air atau dengan larutan garam. Gunakan selalu pisau anti karat untuk mengupas atau memotong. Jangan gunakan pisau dari besi karena reaksi pigmen tanin pada kentang dengan logam pada besi bisa membuat kentang berwarna kecoklatan.

Sering tekstur kentang yang digoreng menjadi lunak. Untuk menghindari tambahkan larutan kapur sewaktu mencuci. Kapur akan bereaksi dengan pektin dalam kentang membentuk Ca pektat membuat kentang goreng lebih garing.

Follow Arenga Indonesia di Instagram