Nasi Lamak Dalam Tradisi Minangkabau, umumnya akan ditemui dalam acara adat seperti pesta perkawinan. Bahan baku beras ketan yang diwarnai dengan kunyit. Ini adalah simbol dari hidup rukun,  sejahtera, dan tepo seliro.

Nasi Lamak dalam Tradisi Minangkabau

Nasi Lamak atau Nasi Kuning

Umumnya nasi kuning adat ini terbuat dari beras ketan. Ditaruh dalam satu wadah yang di dalamnya terdapat singgang ayam. Nah saat upacara adu kening di pelaminan, pasangan pengantin akan mencelupkan tangan mereka ke dalam nasi, untuk mencari singgang ayam.

Diharapkan pengantin pria mendapat bagian kepala karena dia lah kelak yang akan memimpin. Sementara wanita diharapkan mendapat bagian sayap, yang mewakili simbol  pengayom. 

Baca juga:

Tapi Nasi Lamak tak selalu dalam upacara adat. Untuk sehari-hari pun masyarakat sering menikmati sebagai cemilan. Contohnya nasi ketan kuning dari daerah Kayu Tanam – Sumbar, biasa disajikan bersama pisang goreng,  kue bolu, atau kelapa parut yang dimaniskan dengan gula aren.

Yang pengen mencoba bisa ikuti resep nasi lama atau nasi kuning Minang sebagai berikut: 

Bahan-bahan Nasi Lamak dalam Tradisi Minangkabau:

  • 500 gram beras ketan putih
  • 400 cc air
  • 400 cc santan kental
  • 2 sendok teh garam
  • 1 sendok makan air perasan jeruk nipis
  • Bumbu yang dihaluskan:

  1. 1 ruas kunyit
  2. 2 siung bawang putih
  3. 2 sendok teh garam

Cara membuat Nasi Lamak/Nasi Kuning:

  1. Rendam beras ketan bersama air dan bumbu halus selama 2 jam. Tiriskan.
  2. Kukus hingga setengah matang.
  3. Keluarkan ketan dan rendam dalam santan kental hingga santan meresap.
  4. Tambahkan air perasan jeruk nipis dan garam. Kukus kembali hingga ketan matang.

Selamat mencoba.

Untuk mendapatkan Arenga gula aren bisa pesan di Tokopedia