Cerita Elok Dari Kampung Aren

Categories: FOODIE|36 Comments|
Cerita elok dari kampung

Cerita elok dari Kampung Aren – Kalau sedang berkunjung ke sentra produksi gula aren yang jadi Mitra Arenga Indonesia, ada kalanya saya tidak sekadar kerja tapi juga piknik. Tak terhindarkan, sudah bawaan orok, kata orang. Sebuah kesenangan yang belum mampu saya hapuskan bila beranjak dari rumah. Kata orang sih piknik itu harus ke pantai, ke gunung, tempat bersejarah, atau tempat-tempat indah lainnya. Bagi saya asal judulnya keluar rumah itu artinya sudah piknik.

Di pedesaan sentra gula aren banyak yang bisa saya nikmati. Suasana pedesaan yang bersahaja, rumah-rumah yang terkadang memasuki gang dan padat (gak kalah dari kota), dan bersisian dengan sawah atau kebun. Bila situasi memungkinkan bercengkerama dengan penduduknya salah satu hal yang takan terlewatkan . Kesempatan seperti itu saya gunakan untuk mengenal mereka lebih dekat. Kalau sudah begitu berbagai keunikan keunikan atau tradisi setempat terkuak dengan sendirinya. Bagi saya yang hobby blogging cara ini tentu saja sangat efektif dalam mengumpulkan konten.

Menggunakan Pemanis Bikinan Sendiri

Nah salah satu kebiasaan elok di salah satu kampung sentra gula aren adalah mereka tidak pernah menggunakan gula putih. ” Ya tentu saja karena gula aren disana berlimpah”, mungkin itu pendapat teman-teman semua. Tidak salah juga sih. Kalau sudah ada pemanis yang tak perlu membeli,  atau bisa beli ke tetangga, ngapain juga cari gula lainnya, ye kan?

Ini bukan cerita isapan jempol. Sejatinya mereka menggunakan gula aren karena kepercayaan bahwa  gula aren itu berkhasiat. Ada yang mengatakan bahwa hanya dengan menyeduh gula aren dengan air putih hangat, bisa menghilangkan masuk angin. Begitupun untuk rasa pegal-pegal setelah seharian bekerja di kebun, dengan menyeduh kopi yang diberi gula aren sudah lebih dari cukup untuk mengembalikan kesegaran dan stamina.

Mengenalkan Arenga Palm Sugar

Cerita elok dari kampung yang tenteram

Jalan pedesaan yang bikin tentram jiwa

Ini satu lagi cerita elok dari kampung aren. Suatu sore saya berbincang-bincang dengan Ibu Basuki di dapurnya. Beliau adalah istri salah seorang penyadap dan pembuat gula aren yang menjadi Mitra Arenga Indonesia.  Sambil menanak nasi dan membakar terubuk di atas bara kayu,  obrolan kami tentang gula aren pun tak terhindarkan. Saya bertanya kepadanya. ” apakah ibu tahu kalau di luaran sana gula aren yang beliau buatkan untuk kami dikenal dengan Brand Arenga dan orang biasanya menyebut palm sugar?”

” Arenga palem Suger?” Dia nyureng dan meminta saya untuk mengulang ejaan beberapa kali. Tapi tetap saja saat mengulang kembali, suara yang keluar seperti yang  saya tuliskan ini. Akhirnya di ujung senyumnya dia mengatakan bahwa Arenga Palem Sugar itu adalah nama yang elok.

Dan saya mengatakan ia tidak perlu khawatir mengenai nama atau sebutan ini. Sebab sebelum terjun ke bisnis gula aren,  saya pun tidak mengenal apa itu palm sugar atau Arenga Palm sugar. Tidak pernah menghubungkan kata palmae dengan gula, apalagi gula aren. Dan saya pun tidak pernah mengetahui gula aren itu terbuat dari apa. Yang tahu adalah gula aren sedikit lebih mahal dari gula kelapa yang lebih ngetop sebagai gula jawa atau merah saja. Karena suka makan, orang membuat cuka pempek lebih suka menggunakan gula aren ketimbang gula jawa.

Iya nama Palm sugar jauh dari jangkauan saya sebagai anak kampung. setelah dewasa pun setelah menemukannya di kafe-kafe dan hotel yang dikemas dalam sachet kecil, saya pun juga gagal menghubungkannya dengan gula aren. hanya setelah terjun ke bisnis ini saya baru benar-benar mempelajari apa itu palm sugar, arenga sugar maupun gula aren.

Baca juga:

Tapi sebagai mantan anak kampung, tentu saja saya sudah bersentuhan dengan gula aren sejak kecil. Sayur asem misalnya hanya enak bila dibubuhkan pemanis gula aren. Begitupun dengan gado-gado, pempek, dan kolak. Mereka tidak akan disebut dengan nama demikian tanpa kehadiran Palm sugar.

Ibu Basuki juga membuatkan  sambal terasi untuk makan terubuk bakar. Bahan bakunya ditim terlebih dahulu. Cara timnya juga unik. Cabe, tomat dan bawang merah diletakan dalam mangkok kaleng terus ditumpangkan ke atas nasi. Ketika nasi masak uap cabe juga siap digiling ke atas cobek. Kamu bayangkanlah bagaimana aroma dan sedapnya sambal tersebut ketika sesendok gula aren pun ikut campur di dalamnya.

Ibu Basuki adalah museum hidup yang bisa dimintai pertanggungjawaban tentang berbagai makanan yang pernah ia buat menggunakan gula aren. Dengan lancar ia menyebut dodol, apem, kue codot, jojorong klepon, kue Tutun atau dodol cina, wajik, kue ali agrem, cucur, lupis, dodongkal, teng teng, awug, cendol dan aneka jenis kolak setiap bulan puasa.

sore Ibu kaki saya cukup pegal-pegal karena habis trekking. Mengikuti pak Basuki menyadap pohon aren yang terletak agak di atas gunung. Melewati jalan setapak, naik turun, yang di kiri kanan penuh  semak belukar.

Makanya sangat berterima kasih ketika disuguhkan air hangat larutan  gula aren. Salah satu kebiasaan di desa ini. Mereka percaya bahwa minum ramuan ini mempunyai kelebihan selain menimbulkan tenaga. Bisa menghilangkan sakit pinggang dan pegal-pegal di kaki. Sambil menghirup aroma asap yang keluar dari tungku, minum ramuan kampung,  membayangkan tambahan es batu, ah tak ada nikmat yang bisa didustakan. Gak salah kan bila ini adalah salah satu cerita elok dari kampung aren?

Baca juga:

  1. 7 Resep Masakan Telur yang Pasti Disukai Anak-Anak
  2. Semangkuk Soto Untuk Sahabat Arenga
  3. Kemukus Bumbu Masakan Sejak Zaman Kuno
  4. 4 Resep Minuman Tradisional Menggunakan Gula Aren

 

Share artikel ini

36 Comments

  1. Elly Nurul November 23, 2020 at 9:48 am

    Duh jadi ingin bertemu Ibu Basuki juga.. banyak pasti informasi yang bisa didapatkan ketika berbicara dengan Ibu basuki.. apalagi sambil menikmati teh dengan gula aren beuh.. nikmati banget ya mbak.. jadi mampir kesini ngga cukup sekali.. pastinya selalu bikin rindu untuk balik lagi kesini dan kesini lagi

    • Arenga Indonesia November 23, 2020 at 3:59 pm

      Iya Mbak. Salah satu yang bikin betah di kampung tuh ya kayak gitu. Banyak banget cerita mengenai jenius setempat yang asik yang content blog 🙂

    • Sapti nurul hidayati November 25, 2020 at 2:07 pm

      Suasananya masih asli ya, khas pedesaan. Masih banyak juga yang memasak pakai tungku. Tetangga saya dulu juga ada yang pembuat gula, tapi gula kelapa. Mungkin proses pembuatannya kurang lebih sama. Paling suka minum legen panas. Manisnya beda…oh ya, terubuk itu sejenis apa ya?

      • Arenga Indonesia November 27, 2020 at 9:36 am

        Terubuk itu secara fisik mirip alang-alang atau tebu mini. Nah yang dimasak, seperti dalam foto, adalah bunga yang masih terdapat dalam kelobot

  2. Nurul Sufitri November 23, 2020 at 2:52 pm

    Arenga Palm Sugar memang nama yang unik dan bagus banget, Uni Evi 🙂 Bukan gula biasa ya namun istimewa apalagi kandungannya alami, baik banget buat kesehatan kita. Gula aren enak buat bikin camilan, bahkan masakan juga. AKu punya nih dan bikin ketagihan loh 🙂

    • Arenga Indonesia November 23, 2020 at 4:00 pm

      Gula aren itu sifat umumnya kan pemanis yang sekaligus melegitkan ya Mbak Nurul. Jadi diaplikasikan ke makanan apapun ya ayoh saja. Asal gak masalah dengan warnanya yang kecoklatan gelap itu 🙂

  3. Lidya November 23, 2020 at 3:50 pm

    LEbih enak gula aren sebenernya ya mbak mau buat makanan juga, enaknya ya di sana berlimpah gula arennya. Mbak aku ngiler sambi; bayangin sambal terasinya 🙂

    • Arenga Indonesia November 23, 2020 at 4:01 pm

      Sambal terasi dikasih sedikit gula aren, yahud banget Mbak 🙂

  4. Diane November 23, 2020 at 9:42 pm

    Pengalaman yang menyenangkan banget kak… Sederhana tapi berkesan banget. Aku selalu sedia gula aren juga sih buat ngopi hehe.. Pengen deh cobain Arenga..

    • Arenga Indonesia November 24, 2020 at 11:48 am

      Benar banget Mbak. Iyaaa nih gula aren enak banget untuk ngopi, seperti zaman dahulu kala 🙂

  5. dian November 24, 2020 at 7:20 am

    senangnya bisa berkunjung kesinibya mbak…
    nggak cuma mrenikmati keindahan alamnya, tapi juga bisa belajar kearifan lokalnya, plus menikmati kelezatan kulinernya

    • Arenga Indonesia November 24, 2020 at 11:49 am

      Saya banyak belajar dari mereka Mbak. Alhamdulillah, tiap kali berkunjung saya merasa tercerahkan 🙂

  6. Mia Yunita November 24, 2020 at 1:09 pm

    Ngomongin gula aren, aku malah inget dengan kopi. Sekarang rame nih kopi sachetan dengan rasa gula aren. Pas aku icip, rasanya unik gitu deh manisnya. Apalagi kalo nyicip gula aren aslinya ya, wah pasti pengen lagi dan lagi.

    • Arenga Indonesia November 25, 2020 at 5:04 pm

      Karena kopi dapat sentuhan gula aren emang sesuatu, Mbak 😀

  7. Jiah November 24, 2020 at 5:06 pm

    Aku udah lama gak masak pakai tungku. Jadi agak kangen karena bau khas kayu bakar itu sedap. Makan makin enak kalau ada sambal dan dikasih gula aren. Udah deh habis itu bisa nambah terus

    • Arenga Indonesia November 27, 2020 at 8:49 am

      Iya Mbak, masak pakai tungku dengan kayu, aroma asapnya itu bikin makanan tambah enak. Saya pun secara pribadi hanya merasakan saat kanak-kanak dulu, saat nenek masih hidup dan tinggal di kampung 🙂

  8. Susi November 24, 2020 at 5:24 pm

    Huaaaa masak nasi ditungku, jadi inget nenekku. Memorable, sekaliiiii. .Btw suamiku pecinta gula aren dari selalu sedia gula aren dirumah ☺

    • Arenga Indonesia November 27, 2020 at 8:50 am

      Gula aren itu bisa digunakan sebagai pengganti gula pasir, Mbak. Jadi bisa digunakan untuk keperluan apa saja, untuk kue, masakan dan minuman harian 🙂

  9. Inna Riana November 25, 2020 at 1:36 pm

    wah ternyata dari sini gula aren arenga berasal.
    aku barusan bikin sushi… saus pencelupnya pakai gula aren arenga, enakk

    • Arenga Indonesia November 27, 2020 at 9:12 am

      Iya saus sushi pakai gula aren enak Mbak..Tambah kaya rasanya 🙂

  10. Rosa November 25, 2020 at 5:07 pm

    Gula aren emang enak banget sih. Gurih. Kalo bikin kopi juga sekarang aku lebih suka yg pake gula aren mbak. Kayaknya sekarang gula aren sedang naik daun ya.

    • Arenga Indonesia November 27, 2020 at 9:37 am

      Betul Mbak Rosa, pemanis tradisional ini sedang naik daun. Karena sudah banyak yang sadar nilai tambah dari pemanis tradisional ini

  11. Siti Hairul November 25, 2020 at 8:17 pm

    Aku tinggal di Jogja. Hampir semua masakan pasti ditambahi gula aren. Orang jogja kan suka yang manis gurih gitu mbak Evi. Masakan jadi sedap

    • Arenga Indonesia November 27, 2020 at 9:38 am

      Pasti lah ya Mbak. Masakan Jawa gak hanya gudeg yang menggunakan gula merah, hampir semua masakan yang manis kayaknya ya

  12. Siti Hairul November 25, 2020 at 8:18 pm

    Saya tinggal di jogja nih mb Evi. Hampir semua masakan ditambahin gula aren. Biar sedep

  13. lendyagasshi November 25, 2020 at 9:05 pm

    Gula aren ternyata bisa dimanfaatkan untuk campuran penambah rasa di makanan dan minuman yaa..
    Salut sekali dengan konsistensi Ibu Basuki.
    Bener-bener…kak, rasanya pasti tiada tandingannya.

    • Arenga Indonesia November 27, 2020 at 9:51 am

      Betul Mbak lendy. Asal tidak masalah dengan warnanya yang kecoklatan, gula aren bisa digunakan dalam racikan masakan dan minuman apa saja. Terutama untuk meramu menu makanan sehat 🙂

  14. Aprillia Ekasari November 25, 2020 at 9:12 pm

    Wah aku pun suka sayur asem yang manis tp blm pernah pakai gula aren mbak buat masaknya hehe
    Idem kenal gula aren juga dari hotel2 atau cafe2 gtu mbak, sekarang kyknya makin banyak jg rumah tangga atau industri rumahan yg pakai krn org mulai beralih jg ke gula ini

    • Arenga Indonesia November 27, 2020 at 9:52 am

      Betul Mbak Eka. Alhamdulillah pemanis tradisional ini semakin dicintai masyarakat 🙂

  15. Lina W. Sasmita November 25, 2020 at 9:54 pm

    Lihat foto-fotonya jadi ingat suasana dapur di kampung. Ingat ibu dan nenek saya yang kalau masak masih menggunakan dandang tinggi yang kami sebut seeng untuk mengukus nasi dan makanan lainnya.

    • Arenga Indonesia November 27, 2020 at 9:53 am

      Iya di Sunda dandang ini disebut Deeng ya Mbak. Jadi ingat tradisi Rampag Parebut Seeng yang menyatukan seni bela diri dan tari 🙂

  16. Milda Ini November 25, 2020 at 10:25 pm

    Kuy Mba visit Bengkuku. You can find the different. Gula aren yang original and unique taste

    • Arenga Indonesia November 27, 2020 at 9:54 am

      Betul Mbak, Bengkulu sentra gula aren juga ya

  17. Echaimutenan November 25, 2020 at 11:03 pm

    Dah lama ga liat tungku gituu
    Perjalanannya tambah jadi manis berkat gula aren ya mba
    Mo nyobain ah

    • Arenga Indonesia November 27, 2020 at 9:55 am

      Alat masak yang kebanyakan sudah jadi kenangan kalau di kota Mbak. Tapi kalau di desa-desa di Banten dan Jawa Barat mah masih dipakai harian 🙂

  18. @mirasahid November 30, 2020 at 9:10 pm

    Namanya bagus, memang. Bisa dijadikan nama restoran, hihihi. Tapi ngomong-ngomong, inget aren, aku ingetnya kopi, di tengah merebaknya kedai kopi dengan rackan gula aren, kayanya kalau pakai Arenga Pal Sugar ini, kopi yang disaijkan bakal lebih nikmat, slurrp 😀

Comments are closed.

Artikel Terbaru

  • Banyak alasan mengapa kita harus bangga pada produk lokal indonesia

    Mengapa Harus Bangga Pada Produk Lokal Indonesia? Warisan Kita

  • Temu giring untuk kecantikan. Sebagai obat awet muda, memuluskan kulit, sampai jadi obat pelangsing

    Temu Giring Untuk Kecantikan: Bikin Kulit Glowing dan Tubuh Langsing

  • Mengenal kopi yellow caturra

    Perkenalan Dengan Kopi Yellow Caturra, Enak dan Langka

  • Cara-terbaik-menikmati-alpukat-gula-merah

    Alpukat Kocok Gula Aren, Lebih Nikmat Bonus Manfaat

  • Foto kenangan perjalanan promosi arenga yang salah satunya bersama ibu Yasmin Gita Wirjawan

    Foto Kenangan Perjalanan Promosi, Sekelumit Momen ke Masa Lalu

Arenga Customer Care

Untuk pertanyaan, kritik, dan saran seputar produk Arenga, silakan hubungi kami di nomor WhatsApp berikut ini:

0819 3241 8190

Chat

Artikel Terpopuler

  • 10 Hal Terbaik Tentang Palm Sugar

    10 Fakta Tentang Palm Sugar

  • Resep Es Kopi Susu Gula Aren ala Arenga

  • agar-agar santan gula aren

    Agar-Agar Santan Gula Aren

  • Cerita elok dari kampung

    Cerita Elok Dari Kampung Aren

  • Resep iga bakar gula aren Arenga

    Resep Iga Bakar Gula Aren Arenga

  • Cara menikmati sayuran hijau mentah

    Cara Menikmati Sayuran Hijau Mentah, Resep Pina Colada Smoothie

  • Beda gula aren dan gula semut

    Beda Gula Aren dan Gula Semut

  • gula-aren-cair-1-liter-arenga

    Gula Aren Cair 1 Liter Arenga Untuk Kedai Kopi

Artikel Terkait